Bandung, 12/4 (ANTARA) - Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (Pesat) Jawa Barat, mendesak supaya Pemprov Jabar mengeluarkan peraturan gubernur tentang perlindungan pasar tradisional.

"Harusnya dibuat pergub tentang perlindungan pasar tradisional oleh Gubernur Jabar," kata Ketua Umum Pesat Jabar, Asep Iskandar Wijaya, usai melakukan audiensi dengan Disperindag Jabar, di Gedung Sate Bandung, Senin siang.

Ia menjelaskan, pertemuan antara Pesat Jabar dan Disperindag Jabar tidak membuahkan hasil yang signifikan.

"Kami mengira, pertemuan ini akan membuah hasil, tapi seolah seperti budaya. Mereka hanya berjanji akan mengakomodasi keinginan kita (Pesat Jabar)," ujar Asep.

Meski pertemuan dengan Disperindag Jabar tidak membuahkan hasil, pihaknya menyatakan akan terus memperjuangkan nasib pasar tradisional di Jabar.

Berdasarkan data Pesat Jabar, jumlah pasar tradisional di Jawa Barat mencapai 715 unit pasar dengan keadaan terpuruk.

Sebelumnya, Puluhan orang yang tergabung dalam Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (Pesat) Jawa Barat, menggelar demonstrasi di depan Gedung Sate Bandung, menuntut Wakil Presiden meninjau kembali tentang wacana jam operasional pasar modern yang diperbolehkan buka selama 24 jam.

Ketua Pesat Jabar Usep Iskandar Wijaya, Senin, mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap pemerintah yang dinilai telah mengabaikan PP No 112 Tahun 2007 soal pelindungan pasar tradisional.

"Sebelumnya, Presiden telah mengeluarkan perlindungan pasar tradisional. Namun pada tanggal 24 Maret lalu, di salah satu stasiun TV swasta, Wapres menyatakan pasar modern boleh beroperasi selama 24 jam, itu tidak adil," kata Usep disela-sela aksinya.

Ia menegaskan, Pesat Jabar akan menuntut Wapres Boediono agar mencabut pernyataan tersebut.

Sebelum menggelar aksi di depan Gedung Sate, massa berkumpul di SPBU Jalan Surapati Bandung atau di sekitar kawasan Pusdai Jabar.

Massa juga sempat menyegel mini market Indomaret di Jalan Surapati dengan cara menempel selebaran bertulisan "Mini market ini telah disegel Perpres No112 Tahun 2007".

Massa merupakan gabungan para pedagang pasar baik dari Kabupaten Bandung maupun Kota Bandung.

Dalam aksinya, massa melakukan orasi dan menggelar aksi kesenian sambil dan menggunakan becak yang dihiasi berbagai macam bumbu dapur.

Massa juga memasangan puluhan spanduk tepat di pagar gerbang masuk Gedung Sate Bandung.

(U.KR-ASJ/B/Y008/Y008) 12-04-2010 13:41:53