Karawang, 19/5 (ANTARA) - Ribuan warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang bekerja di luar negeri untuk menjadi tenaga kerja Indonesia tidak akan didata dalam sensus penduduk 2010, karena telah disensus di negara tempat mereka bekerja.

"Petugas tidak akan mendata warga Karawang yang menjadi TKI (tenaga kerja Indonesia), karena mereka (TKI) itu sudah tinggal lebih dari enam bulan di negara tempat mereka bekerja," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang, Annazri, kepada ANTARA, di Karawang, Rabu.

Pada tahun 2010 ini, semua negara anggota PBB melaksanakan sensus penduduk, termasuk di Indonesia, untuk mengetahui jumlah penduduk dan tingkat kesejahteraan masyarakatnya.

Dengan demikian, seseorang yang tinggal di satu negara minimal enam bulan, maka akan disensus sebagai penduduk di negara tempat bekerja itu.

"Melihat ketentuan itu, maka kemungkinan warga Karawang nantinya akan lebih banyak laki-laki dalam sensus penduduk 2010, karena TKI asal Karawang rata-rata perempuan," kata Annazri.

Sementara itu, sesuai dengan dta Dinas Tenaga dan Transmigrasi Karawang, hampir sejak 2009 lalu, setiap bulan terdapat 300-350 warga Karawang yang berangkat ke luar negeri untuk menjadi TKI.
Kebanyakan, masyarakat karawang yang menjadi TKI itu berangkat ke negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan sejumlah negara lainya di kawasan Timur Tengah.

Sejak 1 Mei 2010, BPS Karawang telah menurunkan 4.500 petugas yang tersebar di 30 kecamatan sekitar Karawang untuk melakukan pendataan ke rumah-rumah warga. Masing-masing kecamatan berbeda-beda jumlah petugasnya, karena sesuai dengan kepadatan penduduk di kecamatan.

Petugas pendataan paling banyak terdapat di Kecamatan Klari, mencapai 309 petugas, karena daerah itu merupakan daerah terpadat, dibandingkan dengan kecamatan yang lain.

(T.KR-MAK/B/F002/F002) 19-05-2010 11:05:26