Bandung, 8/7 (ANTARA) - PTKA Daop II Bandung menjajaki kerja sama untuk mengangkut pasir besi Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya ke Cilacap dengan menggunakan gerbong pasir.

"PTKA telah melakukan pembicaraan dengan dua perusahaan ekplorasi di Tasikmalaya, mereka berminat menggunaan jasa KA untuk mengangkut pasir besi ke Cilacap," kata Kepala Humas PTKA Daop II Bandung, Bambang Setya Prayitno di Bandung, Kamis.

PTKA, kata Bambang, telah menyiapkan sebanyak 16-17 gerbong untuk pengangkutan pasir itu dengan kapasitas antara 25-30 ton per hari dengan menggunakan jalur selatan.

Menurut Bambang, teknis pengangkutan tersebut akan dibicarakan kemudian. Pasalnya belum ada akses jalan rel ke lokasi penambangan pasir besi di Cipatujah.

Artinya memerlukan angkutan truk untuk mengangkutnya ke stasiun terdekat untuk pengangkutan pasir besi itu.

"Teknisnya akan dibicarakan dengan kedua perusahaan itu, yang jelas PTKA siap menyediakan gerbongnya yang khusus untuk angkutan pasir," kata Bambang.

Ketika ditanyakan kapan layanan angkutan pasir besi itu dilakukan, Bambang menyebutkan, masih dalam pembahasan. Namun ia berharap akhir 2010 ini sudah bisa direalisasikan.

"PTKA menyiapkan lokomotif untuk menarik gerbong itu, rencananya perjalanan KA itu sehari sekali," kata Bambang.

Ia menyebutkan, pengangkutan pasir yang dilakukan melalui KA bukan yang pertama dilayani oleh PTKA. Sebelumnya, PTKA juga pernah melayani angkutan pasir Gunung Galunggung dari Indihiang ke Bandung dan Jakarta.

Sedangkan kerja sama kali ini dilakukan dari Tasikmalaya ke Cilacap. Menurut Bambang, gerbong yang akan dipakai untuk mengangkut pasir itu merupakan gerbong baru dan khusus untuk penggangkutan pasir.

Pengembangan layanan itu, menurut Bambang, merupakan salah satu upaya optimalisasi angkutan non penumpang. Selain itu PTKA Daop II Bandung juga mengembangkan layanan KA kontainer dari teminal Peti Kemas Gedebage Bandung dan Cibungur Purwakarta ke Stasiun Pasoso Tanjung Priok.***2***

Syarif A