Tasikmalaya, 3/12 (ANTARA) - Tahun 2012 kantor pusat PT Dahana Tasikmalaya perusahaan BUMN pabrik pembuatan bahan peledak akan pindah ke Subang, Jawa Barat, karena kawasan lahan yang dimiliki Lanud TNI AU Wiriadinata itu sudah tidak memadai dalam mengembangkan perusahaan dan kondisi wilayah yang berada di kawasan padat penduduk.

"Sudah tidak memadai lagi untuk mengembangkan fasilitas yang baru di sini," kata Sekretaris Perusahaan PT Dahana, Asep Maskandar, usai menerima kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, memantau kondisi PT Dahana Tasikmalaya, Jumat.

Selama ini kawasan PT Dahana Tasikmalaya berada di tanah milik Lanud TNI AU Wiriadinata, dijelaskan Asep luasnya tersedia hanya 23 hektare sehingga tidak memadai untuk pengembangan potensi usaha bahan peledak.

Sedangkan di lahan yang tersedia di Subang, kata Asep, memiliki luas 600 hektare yang seluruhnya akan dibangun khusus pengembangan usaha pabrik pembuatan bahan peledak.

"Di Tasikmalaya ini untuk memperluas sudah tidak mungkin, karena sudah dibatasi benteng dan meningkatnya penduduk, dan keberadaan PT Dahana yang harus diperhatikan adalah jarak aman," kata Asep.

Rencana pemindahan kantor pusat PT Dahana di Subang, dijelaskan Asep, akan terus berupaya mengembangkan usaha untuk kebutuhan perusahaan-perusahaan pertambangan serta mendukung alutsista TNI.

"Salah satu program PT Dahana ini mendukung bidang perusahaan-perusahaan juga bisa mendukung alutsista untuk kepentingan militer," katanya.

Keberadaan PT Dahana di Subang itu, dijelaskan Asep akan membangun "Energeic Material Center" (EMC) yang akan dihadiri Menteri Pertahanan, Sabtu (4/12) sekaligus meletakan batu pertama pembangunannya.

Pembangunan EMC yang ditargetkan selesai tahun 2012, kata Asep, dibangun kompleks industri bahan berenergi tinggi di lahan seluas 100 hektare di luar area pengamanan.

Ia menjelaskan keberadaan EMC akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan bahan berenergi tinggi se-Asia Tenggara, ditunjang dengan berdirinya bangunan pabrik baru, gudang, laboratorium,
pusat pelatihan, penelitian dan fasilitas pendukung lainnya.

"PT Dahana sebagai BUMN siap mendukung program pemerintah dalam kemandirian bahan peledak pertahanan dan komersial," kata Asep.***4***

Feri P