Bandung, 3/1 (ANTARA) - Penduduk miskin di Jawa Barat per Maret 2010 sebesar 11,27 persen dari total penduduk Jabar sebanyak 43 juta jiwa.

"Jabar masih menghadapi masalah kemiskinan yang antara lain ditandai dengan masih tingginya proporsi penduduk miskin, namun dibandingkan 2009 terjadi penurunan," kata Kepala Bapeda Jabar Deny Juanda di Bandung, Senin.

Sementara itu prosentase jumlah penduduk miskin pada 2009 sesuai dengan Sensus Ekonomi Nasional (Susenas) lebih tinggi yakni sekitar 11,97 persen.

Tingkat kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan nonmakanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah garis kemiskinan.

Sementara itu jumlah Penduduk Jawa Barat berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010 mencapai 43.021.826 jiwa, dengan rata-rata laju pertumbuhan dari tahun 2000 (SP 2000) sebesar 1,89 persen.

Dari jumlah tersebut, seks ratio penduduk Jawa Barat sebesar 103,46% yang berarti dari 100 penduduk perempuan terdapat 103 penduduk laki-laki.

Dari 26 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk terbesar yaitu 11,07 persen dari jumlah penduduk Jawa Barat, disusul dengan Kabupaten Bandung sebesar 7,38 persen. Sedangkan daerah yang memiliki penduduk terkecil adalah Kota Banjar yang hanya sebesar 0,41 persen dari total penduduk Jawa Barat.

Dari sisi ketenagakerjaan, jumlah angkatan kerja pada tahun 2010 tercatat sebanyak 18,89 juta jiwa, menurun dibandingkan tahun 2009 sebanyak 18,98 juta jiwa.

"Penurunan jumlah angkatan kerja terjadi di daerah perdesaan sedangkan kondisi sebaliknya terjadi di daerah perkotaan," katanya.

Dilihat dari jenis kelamin, terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja laki-laki sebanyak 102 ribu jiwa sedangkan angkatan kerja perempuan mengalami penurunan 190 ribu jiwa.

Sementara itu Tingkat partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada tahun 2010 mencapai 62,38 persen atau menurun dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 62,89 persen (data Sakernas). Penyerapan penduduk yang bekerja didominasi oleh tiga sektor usaha, yaitu sektor pertanian 23,40 persen, sektor industri 20 persen dan sektor perdagangan 24,83 persen.
Dilain pihak, tingkat pengangguran terbuka (TPT) menunjukkan proporsi jumlah penduduk yang mencari pekerjaan secara aktif terhadap jumlah seluruh angkatan kerja. Hasil Sakernas 2009-2010 menggambarkan bahwa TPT Jawa Barat tahun 2010 mencapai 10,33 persen, menurun dari tahun 2009 sebesar 10,96 persen.

Syarif A