ANTARAJAWABARAT.com, 3/6 - Jawa Barat sangat berkepentingan terhadap hasil sensus ternak yang digelar pemerintah pada Juni 2011, karena kebutuhan provinsi itu akan daging sapi dan kerbau tinggi, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Lukman Ismail di Bandung, Jumat.

Lukman mengatakan sensus ternak yang dilakukan BPS bekerja sama dengan Kementerian Pertanian ditargetkan memastikan angka populasi sapi dan kerbau akurat, sehingga diperoleh data akurat untuk menghitung ketersediaan daging secara nasional.

"Sensus ternak sapi dan ternak dilakukan serentak di seluruh Indonesia, dengan tujuan memastikan angka populasi secara nasional, sehingga tidak akan ada lagi kebingungan terkait data populasi sapi dan kerbau," katanya sehubungan dengan akan dilakukan sensus ternak 2011.

Menurut Lukman, pelaksanaan sensus ternak dilakukan secara serentak 1-31 Juni 2011, termasuk di wilayah Jawa Barat.

Sensus ternak itu, kata Lumnah bermanfaat untuk mengetahui kemampuan produksi daging sekaligus tingkat konsumsi masyarakat terhada komoditi itu.

Sekitar 15.000 kader BPS dikerahkan untuk melakukan pendataan ternak sapi dan kerbau di provinsi itu, terutama untuk menyisir sentra-sentra peternakan dan penggemukan sapi dan kerbau yang tersebar di sekitar 5.800 desa di Jawa Barat.

"Sensus itu dilakukan pada peternakan skala besar, peternakan rakyat serta perusahaan penggemukan atai feedlot," kata Lukman.

Rencananya, hasil sensus itu akan diumumkan akhir 2011. Pendataan ternak dilakukan dalam rangka untuk melakukan pemetaan untuk merealisasikan program swasembada daging sapi pada 2014.

Sementara itu, Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, 43 juta, berkepentingan dengan sensus ternak itu. Pasalnya tingkat konsumsi daging di Jawa Barat cukup besar.

Di lain pihak, populasi dan ketersediaan daging sapi dan kerbau di provinsi itu tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi.

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan Jawa Barat, populasi sapi di Jawa Barat tidak lebih dari 300.000 dengan tambahan populasi 40.000 per tahunnya atau enam persen.

Akibatnya, terpaksa pasokan daging sapi di Jabar tergantung pasokan dari sentra peternakan sapi di Jateng, Jatim, termasuk juga daging impor.

Peternakan sapi di Jawa Barat terkonsentrasi di Sumedang, Bandung, Cianjur, Bogor, Tasikmalaya, Ciamis, Subang, Sukabumi dan beberapa daerah lainnya.

Salah satu upaya Pemprov Jabar dilakukan melalui program inseminasi buatan dan juga mendatangkan sapi betina serta memperketat regulasi pemotongan sapi betina yang masih produktif.

(syarif)