ANTARAJAWABARAT.com, 5/11 - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menyatakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mulai minggu depan akan mengerjakan proyek normalisasi Sungai Citarum, Jawa Barat.
        Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, di Bandung, Jumat, mengatakan, pengerjaan proyek normalisasi Sungai Citarum yang memakan waktu tiga tahun ini telah menghabiskan dana sekitar Rp1,3 triliun.
        Menurut Heryawan, pengerjaan proyek normalisasi dari Sungai Citarum ini akan dilakukan dari wilayah Sapan hingga Saguling.
        "Jadi normalisasi bermacam-macam mulai dari konservasi hutan, pembuatan "check dam" dan embung atau pengerukan. Projek ini, pelaksanaannya dilakukan pihak ketiga pemenang tender atas pengawasan langsung dari pusat, yaitu BBWS Citarum," kata Heryawan.
        Dikatakannya, adanya campur tangan pemerintah pusat, seperti BBWS Citarum, memang diperlukan dalam menangani pengerjaan Proyek normalisasi sungai Citarum.
        "Dan semoga ini bisa menyelesaikan permasalahan banjir yang menimpa masyarakat di sepanjang sungai Citarum. Kalau jadi, 'launching' projek ini 9 November mendatang oleh Kementrian Pekerjaan Umum," kata Heryawan.
        Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Sungai-Pantai 1 Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Ahmad Sajidin, menegaskan, pelaksanaan proyek normalisasi Citarum itu justru akan molor alias mundur dari tenggat waktu yang direncanakan.
        Ahmad menuturkan, yang mundur dari proyek normalisasi tersebut hanyalah waktu pengerukannya saja dan hal tersebut dikarenakan oleh faktor cuaca.
        "Faktor cuaca, salah satunya. Hujan terus sehingga air sungai meluap. Kalau air sungai tinggi, pekerjaan pengerukan akan sia-sia karena air banjir membawa sedimen," ujar Ahmad.
        Sementara untuk pekerjaan normalisasi lainnya, kata Ahmad, meliputi pemasangan safe tile (tembok penahan tanah/tanggul), parafet beton, pedestrian bridge dan lainnya, tetap dilaksanakan.
        "Namun kalau keadaan memungkinkan, pengerukan yang rencananya dilaunching di Bale Endah pada tanggal 9 November, bisa saja dilakukan. Tergantung tinggi muka air tanah nanti," katanya.

Ajat