ANTARAJAWABARAT.com, 16/12 - Pakar foto digital Johntefon mendorong fotografer muda dan pelaku usaha fotografi menggembangkan lagi seni foto hitam putih yang lebih memunculkan nilai eksotik serta menuntun imajinasi.
"Foto hitam putih memiliki dinamina nada, shadows, gradasi dan pencahayaan tanpa dijacaukan warna, sehingga fokus interest dapat ditampilkan lebih optimal dan lebih menggugah emosi," kata Jhontefon di sela-sela Seminar Kreasi Fotografi dan Cetak Digital yang digelar Datascrip di Bandung, Selasa.
Dalam kegiatan yang diikuti oleh 80-an fotografer muda dan penggemar fotografi itu juga disuguhi pameran foto hitam putih bertema alam yang mampu memunculkan nilai estetik mendalam.
Pada kesemaptan itu, pakar digital imaging itu menyampaikan rahasia dan tips-tips fotografi hitam putih yang seiring perkembangan teknologi juga sudah bisa diolah secara digital melalui pengembangan program Adobe Photoshops.
"Dulu kualitas fotografi hitam putih disebutkan tidak akan bisa mengalahkan kualitas produksi di 'kamar gelap'. Memang harus diakui, namun seiring waktu proses kamar gelap sudah bisa ditransfer dengan menggunakan software dengan proses secara digital," kata John yang memiliki penguasaan program Adobe Photoshops itu.
Dihadapan para fotografer muda itu, John menampilkan teknik-teknik mengolah foto hitam putih secara digital dengan menggunakan software khusus pengembangan dari program Adobe Photoshops yang selama ini menjadi andalan bagi para fotografer untuk menghasilkan karyanya.
Dengan bantuan software yang dikembangkannya, John memukau pemotret muda, terutama dalam pengolahan efek pencahayaan, shadows hingga gradasi yang ideal.
"Untuk obyek yang gelap, software ini bisa menghadirkan 'batere' sehingga obyek yang gelap, menjadi terang tanpa merubah bentuk. Selama ini teknik pencahayaan foto hitam putih hanya dilakukan di kamar gelap, namun kini fotografer sudah mendapatkan solusinya dengan ternologi digital," kata mantan ilustrator Majalah Hai itu.
Berdasarkan pengalamannya, John menyebutkan kunci keberhasilan dalam fotografi adalah kecermatan dalam pemilihan mesin pencetak yang bisa mendukung aplikasi grafis dan proofing warna.
"Foto hitam putih lebih awet dibanding foto warna, namun demikian dalam bisnis tetap harus menggarap juga untuk foto warna yang memiliki kelebihan lainnya yakni cepat ditangkap pandangan," katanya.
Sementara itu dalam seminar fotografi itu juga memaparkan peluang bisnis percetakan dan fotografi yang masih tetap potensial di masa depan.
"Percetakan adalah peluang bisnis usaha mandiri yang paling mudah mendapatkan order cetaknya," kata Divisi Manager CAP & System Datascrip, Gatot P Laksono.
Cakupan bisnis percetakan dan fotografi itu antara lain mulai dari laboratorium foto, desain grafis, periklanan, digital printing, digital printing kreatif hingga tekstil. Bisnis percetakan, menurutr Gatot merupakan ladang yang sangat hijau untuk meraup keuntungan.
Pada kesempatan itu juga diperkenalkan teknologi lagre format print Canon terbaru ImagePROGARF iPF8300 dan iPF6300.
"Usaha percetakan merupakan jenis usaha yang tidak lekang waktu," kata Gatot P Laksono menambahkan.***6***
JOHNTEFON AJAK FOTOGRAFER MUDA DALAMI HITAM PUTIH
Top Stories : Kesra
BRAGA25
LIA APRILIA, GARAP 'SALAK MADUR' SEMALAMAN























