PESANAN JARING IKAN DI PANTURA TURUN
ANTARAJAWABARAT.com,27/1 - Sejumlah perajin di daerah Pantura Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengaku pesanan jaring ikan menurun akibat cuaca buruk dan nelayan tradisional berhenti melaut.
"Pesanan jaring ikan menurun sejak perubahan musim angin timur ke barat , nelayan berhenti melaut karena membahayakan keselamatan mereka," kata Munarto salah seorang perajin jaring di Pantura Cirebon kepada wartawa, Jum'at.
Ia menambahkan, berbagai jenis jaring ikan dibutuhkan nelayan saat mereka berangkat melaut, pesanan cukup tinggi karena kebutuhan jaring ikan tersebut merupakan alat utama untuk menangkap ikan sepanjang perairan utara laut Jawa.
Sementara itu Wardi salah seorang nelayan di Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon menuturkan, jaring ikan merupakan kebutuhan utama untuk melaut biasanya aneka jenis jaring tersebut dipesan karena sering rusak, namun kini gelombang tinggi ditambah angin kencang sepanjang perairan utara laut Jawa mereka terpaksa berhenti melaut.
"Jaring ikan pesanan nelayan di daerah Pantura bervariasi tergantung musim tangkapan, seperti saat ini hujan, maka jaring ukuran lubang kecil dibutuhkan untuk menangkap udang dan cumi-cumi"katanya.
Dikatakannya, kondisi cuaca buruk di laut utara Jawa diperkirakan masih lama, sehingga kebutuhan jaring ditunda menunggu gelombang dan angin normal, paling hanya memperbaiki jaring yang ada karena terbentuk modal.
Hal serupa diungkapkan Tarman nelayan di Kali Bondet Kecamatan Cirebon Utara, kebutuhan jaring cukup tinggi untuk alat tangkap ikan sehingga saat melaut sering memesannya karena jaring sering rusak dan bolong melaut terganggu.
Kini, ratusan nelayan di Kali Bondet belum berani melaut akibat gelombang tinggi ditambah angin kencang, diperkirakan sebulan kedepan cuaca normal mereka kembali berangkat menangkap ikan, nelayan untuk sementara gunakan jaring yang ada paling diperbaiki.
Sejak sepekan terakhir gelombang disertai angin kencang terus melanda perairan utara laut Jawa, ribuan nelayan mulai dari Kabupaten Subang, Indramayu, Cirebon, hingga Tegal berhenti melauat produksi ikan menurun drastis memicu kenaikan harga ikan.
Enjang S























