PENGUNJUNG REBUTAN AIR SISA CUCI PIRING PURBAKALA
ANTARAJAWABARAT.com,30/1 - Ratusan pengunjung keraton Kasepuhan Kota Cirebon, Jawa Barat, berebut air sisa mencuci piring purbakala karena dianggap mereka membawa berkah.
Ritual cuci piring purbakala milik keraton Kasepuhan Cirebonn Jawa Barat,dilaksaakan sepekan menjelang perayaan puncak, benda pusaka tersebut hanya setahun sekali dibersihkan setelah digunakan tempat nasi jimat.
"Rebutan air sisa siraman piring purbakala milik keraton Kasepuhan yang digunakan sebagai tempat nasi pada acara selanjutnya malam puncak maulid nabi sudah berjalan setiap tahun mereka percaya air tersebut membawa berkah," kata Raja Arief Sultan keraton Kasepuhan kepada wartawan di Cirebon kepada wartawan, Senin.
Air merupakan media yang dilakukan oleh nabi Muhamad untuk berdoa mengobati orang sakit, kata dia, beberapa air dianggap suci seperti air Zam-zam di Mekah, begitu juga kepercayaan masyarakat Pantura air siraman piring keraton memiliki berkah.
Sementara itu Wahyu pengunjung asal Indramayu menuturkan, sengaja datang untuk mengambil air siraman untuk mengambil berkahnya, karena diyakini bisa menyembuhkan penyakit, menyuburkan lahan pertanian.
"Ritual cuci piring yang merupakan benda bersejarah milik keraton Kasepuhan Cirebon rutin dilaksanakan setiap tahun,"katanya.
Hadiaman pengunjung lain dari Tegal mengaku, air sisa cuci piring purbakala milik keraton Kasepuhan diyakini bisa membawa berkah sehingga mereka rela datang dari jauh untuk berebut air tersebut.ntuk menghadapi acara ritual tahunan "Panjang Jimat" dalam kegiatan Maulid nabi.
"Setiap tahun jelang acara panjang jimat, sepekan sebelum acara puncak dilaksanakan, puluhan piring purbala tersebut ada yang delapan tahun sekali dicuci hanya tujuh piring besar,namun tahun ini sembilan piring ,piring tersebut digunakan untuk makan para wali,"katanya.
Enjang S























