KPU BELUM PERSOALKAN KEMUNCULAN SPANDUK CAGUB JABAR

ANTARAJAWABARAT.com,2/2 - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat belum mempersoalkan kemunculan spanduk atau alat peraga sosialisasi lainnya yang memuat figur para bakal calon Gubernur Jabar pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013.
"Kalau sekarang kan belum masuk masa pemilu, jadi nggak masalah kalau banyak bermunculan spanduk orang-orang yang punya niat nyalon. KPU sendiri baru mulai bekerja untuk tahapan Pemilu pada Juli hingga Agustus mendatang," kata Ketua KPU Jawa Barat, Ferry Kurnia Rizkiyansyah di Bandung, Kamis.
Menurut Ferry, KPU hanya meminta pemerintah daerah untuk mengawasi pemasangan alat peraga sosialisasi ini jangan sampai dijakdikan sarana kampanye gelap.
"Saya berharap agar pemerintah daerah tidak tinggal diam. Pemda seharusnya melakukan inisiatif penertiban, walaupun hanya berdasarkan Perda tentang penertiban.
Namun, kata Ferry, paling tidak cara penempatan baliho, spanduk atau alat peraga lainnnya bisa ditata dan diawasi.
"Intinya jangan sampai alat peraga ini dijadikan sebagai sarana kampanye gelap," kata Ferry.
Dikatakannya, batasan kampanye terletak pada penyampaian tentang visi dan misi program kepemimpinan pemerintah yang hendak dikejar, tapi jika hanya sebatas menyampaikan ucapan selamat hari raya atau pun ucapan lainnya yang tidak berkaitan dengan program kepemmimpinan, maka hal itu sudah di luar kewenangan KPU.
"Hingga sejauh ini masih sehat dan aman, belum ada satupun yang menyerempet ke visi misi program kepemimpinan," ujarnya.
Pihaknya menegaskan, langkah yang paling penting untuk dilakukan bakal calon atau partai adalah pendidikan politik bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, pendidikan politik ini bukan hanya sebatas pada pengenalan calon, tetapi lebih pada pengadaan pengetahuan tentang tata cara serta proses pemilihan calon presiden, pemimpin daerah, atau angota legislatif, yang sehat.
"Jadi yang penting pendidikan politiknya, bukan hanya promosikan calon. Kalau memang mempromosian calon, jelaskan pula integritas serta
kredibilitas sang calon," katanya.
Ketika disinggung soal anggaran KPU untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013, pihaknya hingga kini masih menunggu kepastian dari Pemrpov Jabar mengenai besaran yang disetujui.
Ferry menuturkan, KPU Jabar sendiri mengajukan asumsi anggaran sebesar Rp700 miliar untuk Pemilu Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat, serta bantuan anggaran untuk Pilkada di empat kabupaten/kota yakni Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sumedang.
"Memang sampai sejauh ini kita masih menunggu SSB (standar satuan biaya) lewat Kepgub (Keputusan Gubernur). Asumsi angkanya diperoleh dari biaya pemilu sebesar Rp 20ribuan dikalikan jumlah pemilih. Termasuk pula untuk anggaran regulasi, tata kerja KPU, PPK, dan PPS," katanya.
Diutarakan Ferry, pada Juli 2012 mendatang pihaknya mulai memasuki tahapan Pemilihan Gubernur Jabar dan langkah yang akan dilakukan di antaranya, pembentukan Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu, Regulasi, dan penentuan Daftar Penduduk Pemilih Potensial (DP4).***3***
Ajat S























