ANTARAJAWABARAT.com,3/2 - Orang tua Siti Aminah (6), penderita bibir sumbing warga Kampung Mekarlaksana, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Jabar, terpaksa menjual kambing satu-satunya, untuk biaya menagih janji ke Pemkab Cianjur.

Sebelumnya Pemkab Cianjur, pernah berjanji akan membantu biaya bagi Siti, namun hingga saat ini, janji tersebut masih menjadi mimpi panjang bagi kedua orang tua Siti, yang berharap anaknya dapat dioperasi dan hidup normal layaknya anak seusianya.

"Selama ini, bukan hanya anak-anak sebayanya yang mengejek kondisi anak kami, tidak sedikit warga sekitar, acap kali mengejek dan menghina. Mendapat janji pemerintah ketika itu, kami sangat-sangat bersyukur," kata Wartini (35) ibu kandungnya, Jumat.

Sehingga sambung dia, ketika mendapat kabar Pemkab Cianjur, akan membantu operasi anaknya tersebut, Wartini dan Rahmat (35) suaminya, segera membawa Siti ke Cianjur, berbekal uang hasil menjual kambing satu-satunya milik mereka.

Namun hingga empat hari berada di Cianjur, kepastian dari Pemkab Cianjur, belum juga datang. Sehingga mereka terpaksa menginap di Kantor Lembaga Bantuan Kesehatan (LBK) Cianjur.

"Semoga janji pemerintah itu, benar adanya, agar anak kami bisa menjalani operasi. Setelah itu, kami akan kabulkan permintaannya untuk bersekolah, seperti anak seusianya. Saat ini, kami tidak berani karena takut Siti menjadi bahan ejekan di sekolah," keluhnya.
Sementara itu, Direktur LBK FP2C, Sobari membenarkan hal tersebut. Pihaknya mengaku, hingga saat ini, belum pernah dihubungi pihak terkait di Pemkab Cianjur, terkait bantuan yang dijanjikan pada Siti.

"Melihat kondisi Siti, kami sempat konsultasi ke tim medis, kami disarankan untuk segera membawanya ke rumah sakit, karena harus segera mendapatkan penanganan," ucapnya.

Dia menambahkan, meskipun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda Pemkab Cianjur, akan menepati janji, pihaknya berencana segera membawa Siti ke RSHS Bandung, melalui rujukan RSUD Cianjur.

"Sampai kapan keluarga Siti harus menunggu janji tersebut, sementara penanganan terhadap dirinya, perlu waktu dan harus segera dilakukan. Untuk itu kami telah mengurus SKTM-nya dan akan meminta rujukan RSUD Cianjur," tandasnya.
Fikri