ANTARAJAWABARAT.com,3/2 - Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Jawa Barat, mengamankan dua mobil Daihatsu Xenia dan mobil Isuzu jenis pick up yang diduga hasil curian karena tidak ada Surat Tanda Nomor Kendaraan sebagai bukti resmi kepemilikan kendaraan.

"Dua kendaraan yang kami amankan ini, hasil dari operasi kendaraan yang kami gelar kemarin (Kamis) di Bundaran Suci," kata Kanit Lakalantas, Iptu Sofyan Effendi yang memimpin operasi kendaraan tersebut, Jumat.

Dua mobil yang diamankan di markas Polres Garut tersebut berawal ketika petugas curiga, kemudian diminta berhenti dan menunjukkan surat-surat kendaraan.

Seperti pengemudi mobil Xenia warna hitam, kata Sopyan, mampu menunjukan STNK atas nama kepemilikan, Deni Saputra alamat Kampung Nangerang, Desa Cimuncang, Kecamatan Garut Kota.

Namun STNK yang ditunjukan pengemudi tersebut tertulis plat nomor polisi di STNK Z1689DK berbeda dengan plat nomor yang dipasang di mobil Xenia yakni F 145 PM.

Bahkan petugas semakin curiga ketika melihat satu angka awal plat nomor kendaraan yang dipasang mobil Xenia dicat warna hitam sehingga yang tertulis angka 1 tidak tampak.

"Plat nomor yang dipasang ternyata direkayasa, yang seharusnya F 1145 PM, tapi karena angka awal dicat hitam jadinya plat nomor itu F 145 PM, ini yang membuat kami curiga," katanya.

Pengakuan pengemudi yang tidak memiliki SIM, bahwa mobil Xenia tersebut milik Jujun Suhendi warga Kampung Ciparay, Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

Mobil Zenia tersebut dibeli dari seseorang lima bulan yang lalu melibatkan tiga orang makelar penjualan mobil dengan harga jual Rp47 juta.

"Mobil Xenia yang mencurigakan ini akan kami terus kembangkan terkait status kepemilikannya, apakah ada unsur pidananya atau tidak," kata Sofyan.

Sedangkan mobil pick up nomor polisi Z8450DJ yang terjaring operasi saat mengangkut kulit untuk pembuatan jaket, tidak mampu menunjukan STNK.

"Pengemudinya tidak bisa menunjukan STNK, yang ditunjukannya justru hanya nota pajak, kami tahan untuk diperiksa lebih lanjut status kendaraan tersebut," katanya.


Feri P