ANTARAJAWABARAT.com,3/2 - Sejumlah investor Provinsi Henan Republik Rakyat China (RRC) serius akan berinvestasi di Provinsi Jawa Barat.

"Keseriusan itu terbukti setelah 15 delegasi pedagangan dari Provinsi Henan yang dipimpin Wakil Gubernur Zhao Jiancai diterima bertemu Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, di Kota Bandung, Kamis (2/2) malam tadi," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung, Jumat.

Heryawan menuturkan, semenjak tahun 2006, Provinsi Jawa Barat dengan Henan sebenarnya sudah menjalin kerjasama sebagai "sister provinces", tapi setelah 6 tahun, mulai tahun 2012 ini hubungan kedua provinsi dengan jumlah penduduk terbesar merevitaliasi kerjasama pembangunan dan perdagangan.

"Memang Provinsi Jabar memiliki penduduk terbesar di Indonesia dengan jumlah 43 juta jiwa, sementara Henan memiliki 100 juta penduduk dan terbesar di RRC," kata Heryawan.

Selain memiliki SDM yang melimpah, kata Heryawan, kedua provinsi ini juga memiliki persamaan dalam sisi pertanian. Sehingga sangat mungkin untuk dikembangkan sejumlah kerjasama pembangunan dan perdagangan.

Menurut dia, kunjungan serupa sudah dua kali dilakukan walaupun selama pertemuan. masih dalam tahap penjajakan.

"Namun, isi pembicaraan dalam pertemuan kali ini semakin serius," katanya.

Ia menuturkan, minat para investor dari Henan untuk berinvestasi di Jabar cukup meyakinkan.

"Dan mereka pun tidak mempersoalkan demo buruh di Bekasi pekan lalu," katanya.

Dikatakan Heryawan, kekuatan ekonomi di Provinsi Henan ditunjang oleh sektor pertanian.

Hal tersebut, kata dia, dikarenakan Henan dilalui aliran Sungai Kuning (Yang Tse Qiang). Sungai terbesar di Negeri Tirai Bambu itu memang telah lama dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan irigasi pertanian.

"Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Henan menjadi provinsi dengan produksi pangan terbesar di Cina. Pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 10 persen per tahun dengan nilai mencapai 450 miliar dolar Amerika. Dan Henan sendiri menancapkan kuku investasinya di Indonesia dengan 11 perusahaan yang beroperasi," ujar Heryawan.***2***

Ajat S