ANTARAJAWABARAT.com,4/2 - Pengunjung acara tahunan Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal 1432 Hijriah yang diselenggarakan oleh beberapa keraton di Pantura Kota Cirebon seperti Kasepuhan dan Kanoman semakin ramai.

Sejumlah jalan utama menuju Keraton Kasepuhan dan Kanoman mulai dipadati kendaraan pengunjung baik yang menggunakan bus pariwsata juga mobil pribadi, sehingga lahan parkir yang telah disediakan oleh panitia penyelenggarakan acara Maulid Nabi Muhamad SAW.

"Jumlah pengunjung jelang perayaan Maulid Nabi Muhamad SAW ke Keraton Kasepuhan meningkat dibandingkan pekan lalu, kini acaranya hanya tinggal dua hari lagi, mereka datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Banten, Bogor, Tangerang, Bandung," kata Maulana Iskah salah seorang pengelola Maulid Nabi Muhamad di Keraton Kasepuhan kepada wartawan, Sabtu.

Ia menambahkan, setiap tahun pengunjung terus meningkat, kini lahan parkir yang sudah disediakan tidak dapat menampung semua kendaraan, sehingga mereka harus berjalan kaki menuju keraton Kasepuhan, diperkirakan mereka akan semakin padat pada hari Minggu(5/2) karena malam terakhir.

Pengunjung yang datang dari luar kota biasanya menantikan ritual"Panjang Jimat" dimana semua benda pusaka milik keraton Kasepuhan diarak keluar, menuju Masjid Sang Cipta Rasa, pada acara tersebut ribuan warga berebut nasi dan aneka makanan.

Sementara itu Kardiman salah seorang pengunjung asal Indramayu mengaku, sengaja datang untuk menghadiri acara "Panjang Jimat" setelah beberapa hari lalu dirinya mengikuti ritual pemandaian benda pusaka milik keraton Kasepuhan.

Ia menjelaskan, ritual Maulid Nabi Muhamad SAW yang rutin digelar oleh keluarga keraton Kasepuhan diyakini masyarakat Pantura membawa berkah sehingga mereka percaya dan meluangkan waktu khusus untuk mengikuti kegiatan tersebut meski harus berhenti bekerja.

Sultan keraton Kasepuhan Sultan Sepuh XIV Arief Natadiningrat menuturkan, keyakinan masyarakat yang datang mengikuti berbagai ritual di keraton Kasepuhan sudah berlangsung ratusan tahun lalu, sehingga kepercayaan mereka kuat.

Ia menjelaskan, seperti ritual siraman sembilan piring yang dulunya piring tersebut digunakan oleh sembilan Wali, ratusan pengunjung berebut untuk mendapatkan air bekas siraman benda pusaka tersebut, menurut dia, air merupakan mediasi Nabi Muhamad dalam memberikan do'a kepada yang sakit.

Air yang terbaik adalah air zam-zam diyakini oleh umat Islam, begitu juga air siram benda pusaka keraton Kasepuhan Cirebon, sehingga setiap akan menggelar berbagai kegiatan jumlah pengunjung dari berbagai daerah meningkat dibandingkan hari biasa. ***3***

Enjang S