ANTARAJAWABARAT.com, 5/2 - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh umat Islam pada khususnya meneladani sikap Nabi Muhammad SAW dalam mengelola kemajemukan dan perbedaan.
Hal itu dikemukakan oleh Presiden Yudhoyono saat menghadiri acara dzikir akbar Majelis Rasulullah SAW dan Doa Untuk Bangsa serta Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1433 H di Lapangan Silang Monumen Nasional, Jakarta, Minggu.
"Mari kita sungguh teladani Rasulullah, ahlak, dan budi pekerti Rasulullah, sikap, tutur kata dan kesantunan beliau," kata Presiden seraya mencontohkan cara-cara Nabi Muhammad menyiarkan persaudaran dan hidup dalam perbedaan jauh dari kekerasan.
Presiden menilai kepemimpinan dan cara Nabi Muhammad mengelola kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara pada zamannya sebagai suatu hal yang sangat layak diteladani.
Ia juga mengajak umat Islam untuk memaknai lebih dalam makna hijrah dan perubahan yang dipimpin dan dijalankan Nabi Muhammad dengan syiar dan dakwah yang teguh serta menjaga keseimbangan bangsa yang majemuk untuk membangun masa depan yang mulia.
Menurut Presiden, ketika melaksanakan perubahan Nabi Muhammad mengajak seluruh pihak dan lapisan, tidak meninggalkan seorangpun.
Nabi Muhammad, tutur Presiden, mengajak semua turut ambil bagian dalam membangun masa depan di zaman itu, masa depan yang penuh peradaban yang mulia.
ANTARA
PRESIDEN: TELADANI NABI KELOLA KEMAJEMUKAN
























