ARGOWISATA GUNUNG PUTRI TERBENGKALAI
ANTARAJAWABARAT.com,17/2 - Kawasan Argowisata Gunung Putri, di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Cianjur, Jabar, terbengkalai bahkan terkesan mati dari berbagai kegiatan petani mulai dari pengolahan dan kegiatan jual beli sayur mayur.
Sejak dua tahun terakhir kawasan wisata agro yang diresmikan mantan Presiden RI Megawati Sukarno itu, sepi pengujung, kata Ujang Dedi (38) tokoh pemuda setempat, Jumat.
Bahkan, katanya, berbagai kegiatan petani tidak terlihat lagi di kawasan yang terletak di bawah kaki Gunung Gede-Pangrango itu.
Sebagian besar sarana dan prasarana penunjang sudah rusak berat bahkan ada yang ambruk. Sehingga memperparah lokasi wisata bernuansa ladang pertanian tersebut.
Menurut Ujang Dedi sejak dua tahun terakhir, agrowisata itu, tidak banyak dikunjungi pendatang. Bahkan bangunan penujang yang ada, mulai rusak dimakan usia.
"Kios sayur mayur yang didirikan disebalah kanan areal parkir, ambruk beberapa hari lalu. Sedangkan gedung tempat pengolahan sayur mayur, hanya dipakai bebeberapa orang petani yang kebetulan panen," katanya.
Kurangnya promosi dari pemerintah setempat dan tidak memadainya sarana jalan menuju lokasi agrowisata tersebut, merupakan factor utama matinya centra sayur mayur segar yang selama ini, dipasok ke berbagai wilayah di Jabodetabek dan Bandung.
Harapan sebagian besar masyarakat di kawasan tersebut, yang hidup dari hasil pertanian, pihak pemerintah dapat membantu mempromosikan dan membuatkan program bagi masyarakat, agar dapat mengundang wisatawan untuk berkunjung ke kawasan tersebut.
Dulu waktu pertama diresmikan, banyak tamu dan wisatawan berkujung ke kawasan ini. Meskipun hanya sekedar menikmati suasana alam dan membeli beberapa ikat sayuran, untuk oleh-oleh.
Tapi sejak dua tahun terakhir, tempat ini seperi mati berdiri, ucap H Deden tokoh masyarakat Gunung Putri.(KR,FKR)
(U.KR-FKR/B/K005/B/K005) 17-02-2012 14:05:02























