ANTARAJAWABARAT.com, 19/2 - Sejumlah petani di Desa Tangkil, Cirebon, Jawa Barat, meminta Bulog menampung gabah kering mereka dengan harga yang dijanjikan Rp4.300 per kilogram.
"Harga gabah saat ini memang mencapai Rp5.500 per kilogram, karena hanya sebagian petani di pantura yang panen sehingga harganya tinggi. Namun pada Maret diperkirakan panen raya, dan biasanya harga gabah kering anjlok akibat ulah tengkulak," kata Kusani, petani Desa Tangkil, Kecamatan Susukan, Ahad,
Ia mengatakan, petani berharap Bulog menampung hasil panen nanti dengan harga pembelian Rp4.300 per kilogram. Petani sering mengeluh saat panen raya karena harga murah akibat ulah para tengkulak.
"Janji Bulog Divre Jawa Barat saat sosialisasi di desa ini menyatakan akan mempermudah proses pembelian gabah kelompok tani, karena sebelumnya harus melalui tahapan cukup rumit, selain itu harganya Rp 4.300 per kilogram masih menguntungkan," ujarnya.
Kendala petani, kata dia, jelang panen raya harga gabah kering masih stabil, namun jika panen serentak di pantura harganya langsung anjlok.
Ia menjelaskan, ratusan hektare lahan pertanian di desa ini hanya bisa diproduksi padi saat musim hujan karena pasokan air bisa diandalkan, namun setelah kemarau lahan tersebut telantar akibat kesulitan air dan sering gagal panen.
Butuh sarana irigasi untuk membantu petani agar bisa tetap menanam meski kemarau, sehingga dapat membantu meningkatkan produksi gabah kering yang selama ini belum tercapai oleh Bulog Jawa Barat.
Kepala Divre Bulog Jawa Barat Usep Karyana mengatakan, pihaknya siap menampung gabah kering dan beras hasil petani di daerah pantura Cirebon untuk memenuhi kebutuhan pangan Jawa Barat.
Ia menjelaskan, Bulog langsung datang ke lahan pertanian untuk memberikan informasi bahwa proses penerimaan gabah kering dan beras medium hasil petani prosesnya mudah tidak seperti dulu, pihaknya berjanji jika dipersulit akan menegur pegawainya.
"Target Bulog Jawa Barat pada 2012 sekitar 650 ribu ton, harapannya semua hasil panen baik gabah kering maupun beras terserap maksimal," katanya.
Ia menambahkan, target Bulog sebelumnya hanya tercapai sekitar 53 persen karena harga masih tinggi, kini pihaknya menerima gabah kering Rp4.300 per kilogram, di.atas harga pembelian pemerintah.
Munawar petani lain saat berdialog dengan Bulog mengatakan, pernah beras hasil panennya langsung dijual ke Bulog tetapi ditolak, namun setelah diganti karungnya menggunakan karung bandar beras bisa masuk karena sudah ada kontrak tertulis.























