ANTARAJAWABARAT.com,21/2 - Warga sekitar kaki Gunung Galunggung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul sebagai jalur lahar apabila gunung meletus.

"Warga desa Mekarjaya sangat mengharapkan adanya perbaikan tanggul yang sekarang dalam keadaan rusak," kata Kepala Desa Mekarjaya, Asep Mimbar, kepada wartawan, Selasa.

Tanggul yang mengalami kerusakan bahkan hancur, kata Asep, sepanjang 7 km dengan ketinggian dan lebar sekitar 4 meter yang dibangun beberapa tahun setelah meletusnya Gunung Galunggung tahun 1982.
Apabila kondisi tanggul tersebut tetap dibiarkan rusak, menurut Asep, maka aliran lahar dari letusan Gunung Galunggung tidak akan terkendali dan meluap ke kawasan permukiman penduduk.

"Dahulu waktu dibangun tanggul itu untuk melindungi masyarakat, tapi sekarang kondisinya rusak, saya tidak kebayang bagaimana nanti kalau gunung meletus, laharnya bisa masuk perkampungan," katanya.

Rusaknya tanggul jalur lahar tersebut, Asep mengakui karena perbuatan warga yang dijadikan lahan pertanian dan penambangan pasir.

Namun tindakan warga tersebut, kata Asep, karena tidak adanya ketegasan dari pemerintah daerah terkait status tanah dan larangan yang tegas terhadap warga untuk tidak mengganggu keberadaan tanggul.

"Masyarakat sendiri juga tidak sadar terhadap ancaman bahaya letusan, tapi pemerintah juga tidak tegas melarang masyarakat," kata Asep.

Sementara itu salah seorang warga Kampung Kedung, Desa Padakembang, Yaya (56) mengaku prihatin keberadaan tanggul sebagai jalur aliran lahar rusak.

Ia yang mengetahui proses pembangunan tanggul tersebut dibuat untuk melindungi masyarakat agar lahar letusan gunung tidak masuk ke permukiman warga.

"Kalau tidak ada tanggul, terus gunung meletus, maka rumah warga akan habis tersapu lahar," katanya.***3***

Feri P