ANTARAJAWABARAT.com, 22/2 - Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Kota Bandung, Rabu, melahirkan guru besar pertama dari kalangan dosen tetap kampus itu setelah Dr Hadi Utoyo Moena dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Geoteknologi di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik.

Hadi dikukuhkan berdasarkan SK Mendiknas No.85197/A4.3KP/2011 tertanggal 5 September 2011.

Dalam orasi ilmiah pengukuhan berjudul Geoteknologi Sebagai Ilmu Empirik Terapan Dalam Bidang Rekayasa Sipil, Hadi mengupas perkembangan ilmu geoteknologi di Indonesia.

Ilmu Geoteknologi menjadi parameter desain struktur seperti fondasi, terowongan, dan bangunan lainnya yang dirancang sesuai dengan kemampuan tanah dan batuan dalam memikul beban di atasnya.

"Persyarakat stabilitas desain fondasi bangunan harus dipenuhi untuk mendapatkan bangunan infrastruktur yang aman dan stabil yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan," kata Hadi.

Ia menyebutkan cukup banyak contoh kegagalan bangunan infrastruktur yang menyebabkan timbulnya korban jiwa, antara lain jebolnya Situ Gintung, ambruknya Jembatan Mahakam II di Kutai Kertanegara pada November 2011.

"Kedua contoh itu menunjukkan kegagalan geoteknik, kemampuan tanah dan batuan tidak mampu memikul beban struktur di atasnya," kata Hadi.

Rektor USB YPKP Bandung Prof Dr Asep Effendi menyebutkan, keberhasilan Hadi Utoyo menjadi guru besar di kampus itu membanggakan karena merupakan guru besar produk USB YPKP pertama yang berasal dari kalangan pengajar kampus itu.

"Sangat membanggakan karena Pak Hadi merupakan guru besar produk asli dari USB YPKP, diharapkan ke depan akan lahir guru besar lainnya," kata Asep.

Selain mengukuhkan Guru Besar Ilmu Geoteknologi, dalam kesempatan sama USB YPKP juga meresmikan Program Pasca-sarjana. Kampus itu juga akan menjalin kerjasama dengan Heibe University China dalam rangka meningkatkan kerjasama internasional.