ANTARAJAWABARAT.com,22/2 - Sebanyak 21 Siswa SMP Negeri 4 Kota Cirebon keracunan setelah makan nasi goreng di Kantin Setempat, Rabu(22/2).

Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Kota Cirebon Suhendi Warna Spd MM kepada wartawan ,Rabu, mengatakan bahwa awalnya sekitar 21 siswa menyantap hidangan di kantin yakni nasi goreng selang dua jam langsung mereka mengalami muntah- muntah.

Melihat kondisi tersebut pihak sekolah langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Puskesmas Sunyaragi.

"Kondisi mereka semakin memprihatikan hingga dilarikan ke IGD RSUD Gunungjati Kota Cirebon untuk mendapatkan perawatan,"katanya.

Setelah di Rumah Sakit seluruh siswa - siswi tersebut langsung mendapatkan pertolongan medis oleh pihak rumah sakit.
Direktur Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon Drg Heru Purwanto MARS membenarkan pihaknya sudah menerima pasien yang diduga keracunan akibat makan nasi goreng, kini mereka mendapatkan perawatan intensif.

Semua siswa mendapatkan penanganan perawatan dengan baik di IGD RSUD Gunung Jati Cirebon untuk memulihkan staminnya terpaksa di infus,kata dia dan dari Pemeriksaan awal Puluhan Siswa yang keracunan tersebut diduga setelah mengkonsumsi makanan nasi goreng yang dibeli di kantinnya.

"Guna penelitian lebih lanjut, sample makanan baik yang masih utuh dan sisa dari pelajar yang keracunan tengah diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Cirebon untuk mengetahui penyebab pasti dari Keracunan tersebut,"katanya.

Secara keseluruhan Kondisi para Pelajar yang keracunan tersebut kata Drg Heru dalam keadaan aman dan masih terus dipantau oleh seluruh dokter yang ada agar memastikan semuanya tidak terjadi sesuatu.

Kini, seluruh siswa yang keracunan dan telah di infus tersebut langsung dirawat secara intensif, sementara itu Pihak Kepolisian Polres Cirebon Kota pun langsung melakukan olah TKP dan menyelidiki terkait penyebab keracunan tersebut.

Raka keluarga korban siswa keracunan menuturkan, keracunan yang terjadi dikantin sekolah SMP negeri 4 Kota Cirebon diduga tempat siswa membeli makanan kurang sehat, selain itu kebersihannya masih butuh perhatian, harapannya jadi pelajaran berharga supaya tidak terjadi lagi. ***3***

Enjang S