ANTARAJAWABARAT.com,22/3 - Sikap pekerja pers yang menjadikan informasi sebagai komoditas sangat berbahaya bagi industri televisi dan media lainnya, kata Ketua Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Dede Mulkan di Bandung, Kamis.
"Bila pekerja pers sudah menjadikan informasi sebagai komoditas itu sangat berbahaya, hal itu terjadi karena ideologi media massa takluk di bawah kapitalisme," kata Dede di sela-sela diskusi Industri televisi "Antara Komersialisme dan Idealisme" di Kampus Unpad Bandung.
Menurut Dede, saat uni banyak tayangan televisi yang tidak bertanggung jawab, karena tidak mempedulikan dampak yang dihasilkan oleh tayangan terhadap penonton.
Ia mengaku prihatin karena orientasi dampak tayangan itu kurang menjadi perhatian pekerja pers khususnya media televisi, di sisi lain efeknya sangat luar biasa kepada publik.
"Industri televisi yang profesional adalah yang bisa menyeimbangkan antara nilai komersialisme dan idealisme, yang berarti harus bisa menyajikan acara yang berkualitas tapi juga menguntungkan," kata Dede Mulkan.
Sementara itu diskusi pertelevisian yang digelar MNC TV dengan Unpad itu dihadiri oleh mahasiswa Fikom Unpad. Hadir pada kesempatan itu Ray Widjaya dari MNC TV, presenter Vinicia Wibawa dan Manager News Gethering MNC TV Ahmad Alhafidz.
Ray Widjaya menyatakan pekerja di dunia televisi harus bersikap profesional, perfeksionis dan mempunyai keahlian, keterampilan serta pengetahuan yang memadai. Ray juga menegaskan seorang pekerja televisi harus bisa kapan mengedepankan idealisme dan kapan mendahulukan komersialisme.
"Kuncinya sikap profesional, salah satunya menghargai waktu, karena pekerja televisi penuh tekanan. Jika satu detik saja terjadi kesalahan di program televisi, hal itu tak termaafkan karena penonton tidak akan peduli," kata Ray Widjaya menambahkan.***3***
Syarif A
SIKAP PERS MENJADIKAN INFORMASI SEBAGAI KOMODITAS BERBAHAYA























