ANTARAJAWABARAT.com, 22/4 - Warga Kota Bandung dapat menukarkan sampah tiga botol plastik dengan satu buah apel Malang di lima tenda yang tersebar di sepanjang kawasan bebas kendaraan Jalan Juanda dan Jalan Merdeka, Bandung, Minggu.

Kegiatan penukaran sampah botol plastik dengan satu buah apel tersebut merupakan salah satu kegiatan rangkaian peringatan 57 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Internasional pada 22 April.

"Kami menyediakan lima buah pos di sepanjang jalur 'car free day', warga Bandung dapat menukarkan tiga botol plastik dengan satu buah apel," kata salah satu relawan pada acara tersebutMelisa.

Mahasiswi jurusan Komunikasi Universitas Padjadjaran itu bersama dengan empat kawannya berbekal 80 buah apel sejak pukul 06.00 WIB.

Di bawah tenda kecil berwarna hijau di perempatan Jalan Cikapayang, mereka sabar menanti warga yang hendak menukarkan sampah botol plastik dengan apel.

"Sejak tadi pagi baru dapat enam botol plastik," ujar Melisa.

Ia dan empat kawannya berencana tetap tinggal di pos mereka sampai bekal apel mereka habis.

Melisa menjelaskan apel malang dipilih sebagai buah yang ditukarkan dengan sampah botol plastik untuk mengangkat pamor buah lokal tersebut.

"Selain itu warnanya hijau, jadi sesuai dengan tema hari bumi," ujarnya.

Hari bumi internasional dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat yang juga seorang ahli lingkungan hidup Gaylord Nelson pada 1970. Tanggal 22 April dipilih bertepatan dengan musim semi di belahan bumi utara dan musim gugur di belahan bumi selatan.

Namun, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memilih tanggal 20 Maret sebagai Hari Bumi yang dicanangkan oleh seorang aktivis perdamaian John McConnell pada 1969. Tanggal tersebut dipilih bertepatan dengan posisi matahari yang berada di atas khatulistiwa.

DIAH NOVIANTI