ANTARAJAWABARAT.com,27/4 - Lebih dari seratus lukisan karya guru seni rupa yang tergabung dalam Persatuan Guru Pelukis Bandung (PGPB) bertema 'Pewarisan Budaya' akan dipamerkan di Gedung YPK Jalan Naripan Kota Bandung, 2-8 Mei 2012.
"Pameran lukisan Guru Pelukis Bandung ini dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei mendatang. Tema lukisannya yakni 'Pewarisan Budaya' yang merupakan refleksi dan membangkitkan potensi para guru seni rupa dan siswa," kata Ketua Panitia Pameran Lukisan Guru Pelukis Bandung, Inne Kaniawati di Bandung, Jumat.
Menurut Inne, kegiatan pameran keenam dalam tiga tahun terakhir ini dilakukan oleh komunitas guru pelukis Bandung dalam menghasilkan karya lukis dengan berbagai aliran dan kreasi.
Jumlah peserta pameran lukisan Guru Pelukis Bandung tahun 2012 ini, menurut Inne, mengalami peningkatan serta jumlah lukisan yang dipamerkan juga mengalami peningkatan.
Tahun ini, pihaknya mengusung tema lukisan melestarikan obyek yang memiliki nilai seni dan budaya di Kota Bandung. Lukisan yang dipamerkan juga ditampilkan dalam bentuk grafis, kolase, batik, patung dan juga beberapa karya yang cetak hasil karya guru dan para siswa.
"Lukisan yang dipamerkan adalah karya-karya baru, namun ada beberapa karya lama. Namun prosentase karya baru lebih banyak dan beragam. Kreatifitas lukisan juga terlihat dalam beberapa karya yang akan ditampilkan nanti," kata Inne.
Selain berpameran, juga akan digelar kegiatan lainnya yakni lomba mewarnai gambar bagi TK dan SD, lomba fotografi, serta yang menarik adalah guru seni rupa Bandung akan melukis bareng pada Senin (7/5) mendatang di Gedung YPK.
"Pameran ini akan memberikan penyadaran, bahwa guru punya potensi untuk menghasilkan karya seni rupa, siswa juga dilibatkan sehingga ajang ini merupakan kolaborasi antara guru dan siswa," kata Inne.
Sementara itu, Ketua PGPB Jasa Sembiring menyebutkan melalui kegiatan pameran dan ajang silaturahmi seni lukis itu, para guru seni budaya diharapkan tertantang untuk berkarya. Sehingga dampaknya skil dan kemampuan praktik para guru seni budaya meningkat dan lebih percaya diri dalam mengajar.
"Dampaknya memberi rasa simpati kepercayaan yang tinggi bagi mereka, karya guru merupakan salah satu cara mengajar, bahwa guru bukan hanya menyampaikan teori saja," kata Jasa Sembiring.
Jasa menyebutkan, kegiatan membentuk komunitas Persatuan Guru Pelukis Bandung itu, terinspirasi oleh munculnya komunitas di luar negeri dimana para guru seni budaya dan bidang lainnya bisa eksis dengan karya-karyanya.
"Di luar negeri komunitas seperti ini bisa eksis dan mendunia, dan kami berharap dari kiprah ini diharapkan bisa membangun sebuah spirit untuk langkah yang lebih maju lagi. Kami yakin punya potensi, saat ini sudah banyak pelukis dari kalangan guru di Bandung dan bisa eksis," kata Jasa Sembiring.
Sementara itu Bachtiar, salah seorang guru yang juga pelukis profesional menyebutkan cukup banyak guru seni rupa yang sudah eksis menjadi pelukis dan banyak mendapatkan penghargaan di luar negeri.
"Mereka bisa eksis, namun diharapkan mereka bisa bergabung dengan komunitas ini. Saya sendiri memilih bergabung karena diharapkan komunitas guru pelukis ini bisa terus berkembang dan menjadi sebuah model yang ideal untuk kemajuan pengajaran seni rupa di sekolah," kata Bachtiar menambahkan. ***3***
Syarif A
GURU PELUKIS BANDUNG PAMERKAN LUKISAN PEWARISAN BUDAYA























