ANTARAJAWABARAT.com, 2/5 - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berjanji akan terus meningkat kemampuan para gurunya, khusus para guru yang bisa menangani siswa berkebutuhan khusus atau di sekolah inklusi karena masih banyak sekolah yang tidak bisa menerima anak-anak berkebutuhan khusus.

"Akan tetapi, guru yang memiliki kemampuan menangani anak-anak berkebutuhan khusus jumlahnya masih terbatas," kata kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Sate Jalan Diponegoro Nomor 22 Kota Bandung, Rabu.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah dan kualitas guru untuk siswa berkebutuhan khusus di Provinsi Jabar
"Jadi kami bekerja sama dengan UPI untuk menyediakan guru-guru yang bisa mengajar siswa berkebutuhan khusus," kata Heryawan.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat memberikan perhatian bagi penyediaan sekolah bagi siswa berkebutuhan khusus dan Seharusnya, semua sekolah bisa menerima siswa berkebutuhan khusus.

"Tapi ya itu, terkendala kemampuan guru. Dan sampai saat ini, masih banyak guru yang belum memiliki kemampuan menangani anak berkebutuhan khusus tersebut," kata Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyudin Zarkasih.

Ia mengatakan, di Provinsi Jabar sekolah yang sudah siap menerima anak berkebutuhan khusus ini ada 340 sekolah dari mulai tingkat SD, SMP sampai SMA.
Dikatakannya, Provinsi Jabar memang membutuhkan banyak sekolah inklusi yang menerima siswa berkebutuhan khusus ini sehingga pihaknya akan terus mendorong sekolah agar bisa menjadi sekolah inklusi.

"Terlebih, siswa berkebutuhan khusus di Jabar saat ini jumlahnya sudah ribuan. Di undang-undang juga kan sekolah tak boleh menolak siswa berkebutuhan khusus," ujar Wahyudin.***3***