ANTARAJAWABARAT.com,4/5- Menteri BUMN, Dahlan Iskan, merasa prihatin atas sikap Pemkab Cianjur, Jabar, yang kurang respons terhadap potensi agrobisnis Cianjur yang dinilai sangat besar.

"Cianjur adalah wilayah agrobisnis terbesar, namun tidak
direspons dengan baik oleh pemerintah setempat. Bahkan koperasi di wilayah ini, cukup maju dengan omset perbulan sampai Rp 1 miliar perbulan, namun tingkat kesejahteraan petaninya masih rendah," kata
menteri BUMN tersebut dalam temuicara dengan ratusan petani di Kecamatan Warungkondang, Jumat.

Dahlan Iskan sebelum mengikuti acara tersebut menginap selama satu malam di rumah seorang petani.

Dalam dialog, sejumlah petani mengakui hal tersebut. Bahkan mereka menilai pemerintah setempat kurang memberikan perhatian terhadap potensi terbesar yang dimiliki Kabupaten Cianjur, yang tercatat sebagai salah satu lumbung padi di Jabar.
Petani di Cianjur juga tersebut juga meminta uluran dana program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan, terutama BUMN, untuk meningkatkan permodalan dan kegiatan usaha mereka.

Ade Munawar (32), salah seorang petani menyebutkan, program bina lingkungan (CSR) di sektor pertanian dan perkebunan harus diikuti penciptaan pasar bagi komoditi yang dikembangkan.

"Selama ini, program CSR perusahaan BUMN maupun swasta untuk sektor pengembangan pemberdayaan petani lebih besar pada sektor produksi dan sedikit sekali yang menyentuh penciptaan pasar bagi produk pertanian, " katanya.

Akibatnya tutur dia, produksi melimpah, namun tidak memberikan nilai tambah bagi petani. Pasalnya harga jual tidak jauh berbeda atau bahkan tidak terserap pasar. Bantuan atau solusi dari pemerintah setempat, selama ini, tidak pernah dirasakan petani.

"Apakah mungkin petani mendapat CSR, atau program lainnya, yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Besar harapan kami untuk mendapatkan program tersebut," ucapnya, dihadapan menteri.

Usai mendengarkan dan berjanji akan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi petani, Dahlan melihat hasil pertanian di Warungkondang.***3***
(KR-FKR/C/N001)

Fikri