ANTARAJAWABARAT.com, 10/5 - Komisi Pemilihan Umum Kota Tasikmalaya menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 448.719 orang yang memiliki hak pilih dalam pemilihan Wali dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, 9 Juli 2012.

Penetapan DPT dihadiri para Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), masyarakat dan tim sukses para pasangan calon di Aula KWRI, Kota Tasikmalaya, Rabu.

Ketua KPU Kota Tasikmalaya, Cholis Muchlis mengatakan hasil DPT tidak bisa diganggu gugat karena sudah melalui proses yang selektif ditingkat kelurahan.

Ia memastikan tidak ada keganjilan dalam DPT itu karena dari hasil rapat pleno tingkat Kelurahan, Kecamatan hingga KPU sudah menyatakan akurat terhadap data pemilih itu.

"Sampai hari ini tidak ada karena memang kita dalam DPT ini melalui proses penelitian agar tidak terjadi ganda. Ya InsyaAllah dari laporan tim kampanye tidak ada, jadi semuanya berjalan lancar," kata Cholis.

Meskipun nanti menjelang pelaksanaan pemilihan ada pihak tertentu mengaku sebagai warga Kota Tasikmalaya tapi tidak masuk DPT, kata Cholis KPU dengan tegas tidak dapat dimasukan ke DPT.

Ia menjelaskan, masyarakat yang dapat masuk DPT, sebelumnya tercatat sebagai daftar pemilih sementara (DPS) pada enam bulan sebelum pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

"Kita membuat batas sekurang-kurangnya enam bulan sebelum pelaksanaan pemilihan atau sampai 9 Maret 2012, lewat tanggal 9 masyarakat tidak bisa didaftarkan karena undang-undang seperti itu," kata Cholis.

Sementara itu jumlah DPT tersebut dari hasil pendataan di 69 kelurahan tersebar di 10 kecamatan dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) 1097 tempat tersebar disetiap kelurahan.

Pasangan calon Wali dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya yakni nomor urut 1, Budi Budiman dan Dede Sudrajat yang diusung oleh partai politik (parpol) PPP, PBR, PBB, Partai Demokrat, PKB, dan PKS.

Kemudian nomor urut 2, pasangan calon Wali Kota Mumung Marthasasmita dan wakilnya, Taufik Faturochman dari perseorangan.

Nomor urut 3, Syarif Hidayat yang kembali maju dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan wakilnya Cecep sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang diusung oleh parpol PDIP, Gerindra dan Golkar.