ANTARAJAWABARAT.com,16/5 - Pengamat sosial dan politik, Asep M Tamam menilai pasangan calon peseorangan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, berpeluang menang dengan memanfaatkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai politik.

"Ketika masyarakat sudah tidak percaya lagi terhadap partai, sudah tidak percaya dengan janji-janji, maka ini akan dimanfaatkan independen (perseorangan) untuk meraup suara," kata Asep di Tasikmalaya, Rabu.

Pasangan calon dari perseorangan Wali dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya yakni Mumung Marthasasmita dan Taufik Faturochman, sedangkan dua pasangan calon lawannya diusung oleh partai politik.

Menurut Asep pasangan calon perseorangan memiliki strategi pemenangan yang cukup baik, dengan melakukan pencitraan terhadap masyarakat pemilih.

Pencitaraan yang dilakukan pasangan perseorangan itu, kata Asep tidak banyak memasang baliho menampilkan diri sebagai calon Wali dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya.

Sementara dua pasangan calon dari partai politik, menurut Asep tampak sudah menunjukan diri memperkenalkan kepada masyarakat melalui berbagai media.

"Cukup cantik permainannya, mereka (calon perseorangan) tidak mengeluarkan dana yang cukup besar, baliho juga tidak terlalu banyak dengan biaya yang minim," katanya.

Alasan tidak mengeluarkan dana yang cukup besar itu, menurut Asep ada berbagai kemungkinan, diantaranya merasa akan kalah, sehingga ketika tidak akan rugi besar jika tidak terpilih.

Kemungkinan lain, kata Asep sebagai pendidikan politik terhadap masyarakat, bahwa menjadi kepala daerah tidak perlu mengeluarkan banyak uang atau melakukan politik uang.

Gerakan yang dilakukan pasangan perseorangan itu, menurut Asep merupakan strategi metode pencitraan dalam pemenangan pemilihan.

"Dianggap sebagai metode pencitraan, tapi apakah ini ditangkap masyarakat, saya kira masyarakat yang rasional yang menangkap strategi ini," katanya.

Sementara itu pasangan calon Wali dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya yakni nomor urut 1, Budi Budiman dan Dede Sudrajat, diusung oleh partai politik (parpol) PPP, PBR, PBB, Partai Demokrat, PKB, dan PKS, kemudian nomor urut 2, pasangan calon perseorangan.

Selanjutnya pasangan calon nomor urut 3, Wali Kota Tasikmalaya Syarif Hidayat yang kembali maju dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan wakilnya Cecep sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang diusung oleh parpol PDIP, Gerindra dan Golkar.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya menjadwalkan pemilihan akan dilaksanakan, 9 Juli 2012, dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 448.719 orang dengan 1097 tempat pemungutan suara (TPS) tersebar di 69 kelurahan dari 10 kecamatan.***1***

Feri P