PENGAMANAN PILKADA KOTA TASIKMALAYA LIBATKAN ANGGOTA HANSIP
ANTARAJAWABARAT.com,24/5 - Pengamanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wali dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, melibatkan ribuan anggota Hansip.
"Para Hansip ini dilibatkan untuk ikut melakukan pengamanan sekaligus menyukseskan pemilihan kepala daerah," kata Wali Kota Tasikmalaya, Syarif Hidayat saat memimpin gelar pasukan anggota Hansip di bekas terminal Cilembang, Tasikmalaya, Kamis.
Menurut dia, keberadaan Hansip memiliki peran yang srategis dalam menjaga lingkungan masyarakat, sehingga pelaksanaan Pilkada dapat berlangsung sukses.
Selain berperan sebagai pelindung masyarakat, kata Syarif, Hansip memiliki kewajiban mengamankan saat pelaksanaan pemilihan Wali Kota dan wakil Wali Kota, yang akan diselenggarakan, 9 Juli 2012.
Jumlah anggota Hansip di Kota Tasikmalaya sebanyak 2194 orang, disebar setiap kelurahan di 10 kecamatan untuk melakukan pengawasan dan penjagaan setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).
"Saya harapkan, mereka (hansip) dapat menjalankan tugasnya dengan baik, menjaga dan mengawasi pelaksanaan Pilkada," katanya.
Para Hansip tersebut diberi pakaian seragam baru, topi, dan pentungan sebagai penunjang kinerja hansip saat menjalankan tugasnya di lapangan.
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya menjadwalkan pemilihan akan dilaksanakan, 9 Juli 2012, dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 448.719 orang dengan 1097 tempat pemungutan suara (TPS) tersebar di 69 kelurahan dari 10 kecamatan.
Sedangkan calon Wali dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, diikuti tiga pasangan calon, satu diantaranya dari perseorangan dan dua pasangan diusung partai politik.
Tiga pasangan calon itu yakni nomor urut 1, Budi Budiman dan Dede Sudrajat, diusung oleh partai politik PPP, PBR, PBB, Partai Demokrat, PKB, dan PKS.
Pasangan nomor urut 2. Mumung Marthasasmita dan Taufik Faturochman dari calon perseorangan atau tidak didukung oleh partai politik.
Terakhir, pasangan nomor urut 3, Wali Kota Tasikmalaya Syarif Hidayat yang kembali maju dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan wakilnya Cecep sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang diusung oleh parpol PDIP, Gerindra dan Golkar.***1***
Feri P






















