ANTARAJAWABARAT.com,26/5 - Konvoi kelulusan ujian nasional siswa SMA sederajat nyaris anarkis di kawasan jalan raya pusat kota Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu.

Berdasarkan pantauan, sejumlah siswa dari salah satu SMK swasta di Garut melakukan konvoi menyusuri ruas jalan di pusat kota Garut.

Ketika melintasi kawasan bunderan Jalan Simpang Lima, rombongan konvoi siswa SMK menggunakan kendaraan sepeda motor bertemu dengan siswa SMA lainnya.

Rombongan konvoi berbeda sekolah itu, tiba-tiba salah seorang siswa SMK turun dari sepeda motornya dan menghadang sepeda motor yang ditumpangi siswa SMA.

Seorang siswa yang melakukan penghadangan itu, berteriak-teriak sambil memeriksa identitas seragam sekolah siswa yang dihadangnya.

Aksi penghadangan yang dilakukan siswa SMK itu, tampak terlihat membawa batu dan tongkat besi sambi diacung-acungkan.

"Katanya cari anak sekolah lain, kalau saya kan siswa SMA 11, jadi katanya tidak masalah," kata salah seorang siswa SMA yang dihadang siswa SMK menggunakan tongkat besi.

Konvoi siswa itu, akhirnya bubar setelah aparat kepolisian datang dan menyuruh seluruh siswa untuk melanjutkan perjalan konvoinya.

Akibat aksi penghadangan itu, menyebabkan arus lalu lintas di bunderan Jalan Simpang Lima macet.

Namun aksi anarkis siswa SMK tersebut kembali terjadi dengan menghadang siswa SMA lainnya di kawasan Jalan Cipedes.

Aksi penghadangan di Jalan Cipedes sempat melakukan pemukulan menggunakan tangan sehingga mengenai kepala salah seorang siswa SMA.

Siswa yang terkena pukul tersebut tidak mampu melakukan perlawanan karena takut, apalagi jumlah siswanya lebih banyak.

"Ya saya dipukul sama siswa yang kelihatannya dari sekolah YPPT Garut, untung mukulnya mengenai helm saya," kata Irpan saat berkumpul bersama temannya di kawasan jalan Pendopo.

Sementara itu sejumlah siswa dari beberapa sekolah di Garut melakukan konvoi menggunakan kendaraan sepeda motor, sambil mencoret seragam sekolah dan mewarnai rambutnya dengan menggunakan cat warna pilox.

Para siswa melakukan konvoi dan mencoret seragamnya itu, setelah mendapatkan hasil kelulusan UN 2012 yang diumumkan masing-masing sekolah.***2***


Feri P