ANTARAJAWABARAT.com,13/6 - Keinginan para invenstor asal China yang akan menanamkan modalnya di sektor manufaktur dan industri hulu hilir tesktil produk tekstik (TPT) terbentur rumitnya birokrasi pertanahan di tingkat pusat.

Kepala Badan Kordinasi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Jabar, Agus Gustiar, Rabu mengatakan, keinginan investor China untuk untuk berinvestasi seperti membuat atau memindahkan pabrik ke Jabar akan sulit lantaran terhambat masalah birokrasi pertanahan.

"Memang permasalahan hambatan birokrasi pertanahan ini terjadi secara nasional," kata Agus.

Dikatakannya, status tanah di Indonesia klasifikasinya tak hanya hak milik atau hak guna bangunan semata namun ada juga klasifikasi tanah basah, hutan lindung dan lain-lain.

Sementara itu Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Kadin Jabar, Yusuv Sukhyar, membenarkan bahwa investor China berkeinginan merelokasi pabriknya ke wilayah Jawa Barat.

"Rencananya invetasi itu akan direalisasikan pada kurun waktu satu hingga dua tahun mendatang," kata Yusuv Sukhyar.

Ia mengatakan, para investor China itu masih dalam tahap penjajakan namun pada dasarnya mereka menilai Jabar adalah titik yang tepat untuk berinvestasi termasuk melakukan relokasi usahanya.

"Jadi mereka itu melihat Provinsi Jabar merupakan lokasi yang cocok untuk relokasi pabrik mereka," imbuh Yusuv.

Dikatakannya, jumlah investor Cina yang menyatakan berminat investasi di Indonesia sekitar 17 investor tapi dari jumlah tersebut sekitar 5 investor di antaranya, sudah berinvestasi di Jawa Tengah.

"Dan untuk sisanya sebanyak 12 berkeinginan menanamkan modal di Provinsi Jawa Barat," kata dia.

Pihaknya menilai, rencana investari para investor China ini merupakan peluang bagi Jabar untuk meningkatkan roda ekonomi terutama, bagi penyerapan tenaga kerja.
"Tentunya kami dari Kadin Jabar, mendorong pemerintah memberikan insentif bagi semua investor. Juga termasuk, investor asal China agar realisasi investasi ini terwujud," kata dia.(T.KR-ASJ/C/B008/B008)
***2**
Ajat S