ANTARAJAWABARAT.com,10/7 - Masyarakat di sekitar kawasan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, diarahkan harus segera merubah pola pikir dari pertanian ke industri kreatif seiring dengan proses pembangunan bandara tersebut.

"Kalau mereka tidak mempersiapkan diri dari sekarang seperti merubah pola pikirnya, saya khawatir warga di sekitar Bandara Kertajati hanya akan menjadi penonton saja artinya hanya jadi pegawai biasa di sana seperti jadi petugas keamanannya dan lain-lain," kata Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Jawa Barat Eddy Nasution, di Kota Bandung, Selasa.

Eddy menjelaskan, BIJB Kertajati bukan hanya sebuah bandar udara semata tetapi di sana akan juga dibangun sebuah kawasan Aero City.

"Di kawasan Aero City tersebut nantinya akan ditata untuk ruang pemukiman, pergudangan, perkantoran. Nah, itu yang akan kita (Dinas Permukiman dan Perumahan Jabar) buat untuk Bandara Kertajati," ujar dia.

Dikatakannya, adanya kawasan Aero City di BIJB Kertajati bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar jika pola pikirnya bisa diubah atau menyesuaikan dengan perkembangan pembangunan bandara itu.

"Memang tidak mudah merubah pola pikir masyarakat yang sudah berprofesi sebagai petani selama ini. Perubahan pola pikir ini dilakukan agar masyarakat di sana bisa diberdayakan dan bisa memanfaatkan dengan adanya Bandara Kertajati," kata Eddy.

Menurut dia, nantinya Dinas Permukiman dan Perumahan Jabar akan membuat dan mendesain outlet dari kawasan Cisumdawu hingga Cikapali.

"Pembangunan outlet ini dilakukan agar bisa menarik masyarakat untuk datang ke sana dan masyarakat yang hendak ke Bandara Kertajati merasa nyaman selama di perjalanannya," kata dia.

Pihaknya menambahkan, walaupun Dinas Permukiman dan Perumahan Jabar tidak secara langsung diberikan tugas dalam membuat tata ruang BIJB Kertajati namun posisinya bisa dijadikan acuan untuk "market sounding" oleh Pemprov Jabar saat menawarkan pembangunan bandara tersebut kepada pihak swasta.***3***

Ajat S