ANTARAJAWABARAT.com, 16/7 - Badan Pelatihan dan Pengembangan Koperasi Dinas Koperasi Jawa Barat fokus menggenjot pelatihan manajemen dan akuntansi koperasi untuk mendorong badan usaha yang profesional.
"Sebagian besar kegagalan koperasi karena minimnya pengetahuan manajemen dan akuntansi dari pengelola. Akibatnya, salah urus sehigga pelatihan difokuskan dasar manajemen dan akuntansi," kata Kepala Balitbang Dinas UMKM dan Koperasi Jabar, Yaya Sunarya, di Bandung, Senin.
Menurut Yaya, sebagian koperasi sudah merekrut tenaga manajemen dan akuntansi yang profesional dan memiliki basis pengelola keuangan dan pembukuan yang baik.
Namun, hampir 80 persen koperasi masih mengandalkan tenaga pembukuan yang selama ini direkrut dari sekolah umum sehingga pengetahuannya terbatas tentang manajemen dan akuntansi.
"Profesionalisme dalam manajemen dan akuntasi menentukan kinerja koperasi karena mengangkut kemampuan pengelolaan aset dan potensi yang dimiliki," katanya.
Saat ini, Balitbangkop Jawa Barat rutin melakukan pelatihan manajemen dan akuntansi bagi 40 pengurus koperasi secara bergiliran. Masing-masing pelatihan dilakukan selama seminggu.
Selain melakukan pembinaan akuntansi dan manajemen, pihaknya juga melakukan pendampingan dan membuka konsultasi bisnis koperasi dan UMKM, termasuk memfasilitasi dalam desain kemasan serta sertifikasi halal.
"Pelatihan selain diikuti koperasi di Jabar, juga ada dari luar daerah. Bahkan sejumlah pengurusn koperasi dari Timor Timur juga sempat mengikuti program pelatihan di Balitbangkop Jabar," kata Yaya Sunarya menambahkan.
syarif






















