ANTARAJAWABARAT.com,2/8 - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis siang memimpin rapat koordinasi bidang perhubungan dan pekerjaan umum di Gedung PT Angkasa Pura di Kompleks Perkantoran Bandara Soekarno-Hatta Banten.

Kepala Negara dalam pengantarnya mengatakan rapat koordinasi tersebut diselenggarakan sebagai salah satu program safari Ramadhan untuk mencek pencapaian program-program Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Dalam rapat yang dihadiri Wakil Presiden Boediono dan sejumlah menteri terkait, Presiden menyampaikan bahwa untuk bidang transportasi dan pembangunan infrastruktur, Indonesia harus siap dengan konsekuensi dari pertumbuhan ekonomi dan juga peningkatan kerja sama ekonomi secara kawasan dan global.

Hal yang pertama, menurut Kepala Negara terkait dengan peningkatan produk domestik bruto (PDB)Indonesia yang memasuki angka 1 triliun dolar AS, sehingga Indonesia menempati posisi 15 besar perekonomian dunia.

"Dengan sendirinya secara domestik dan kawasan dengan peningkatan pertumbuhan seperti itu terjadi peningkatan demand termasuk jasa penerbangan, kita harus menjawab dengan menyediakan sarana dan prasarana," kata Presiden.

Presiden juga memaparkan, berdasarkan hasil evaluasi mudik lebaran 2011 terjadi peningkatan penumpang pada hampir seluruh moda transportasi namun ada data menarik ketika penumpang kereta arah Jakarta-Surabaya dan sebaliknya menurun namun terjadi peningkatan transportasi udara untuk relasi yang sama.

"Sejalan dengan statistik yang kita dapat middle class tumbuh," kata Presiden.

Hal yang ke dua, menurut Presiden adalah rencana Indonesia dan negara-negara ASEAN serta negara di Asia Timur untuk mengembangkan konektivitas antar daerah, antar negara dan antar kawasan maka peran penerbangan semakin penting.

"Untuk Indonesia sebelum kita menghubungkan daerah kita ke kawasan Asia dan Asia Timur kita harus pastikan domestik connectivity harus baik, ini harus sungguh-sungguh kita bangun dalam lima tahun mendatang. Keterhubungan itu bisa transportasi, perdagangan, investasi, ini adalah ruang besar bagi ekonomi kita mendatang," katanya.

Hal lain, menurut Kepala Negara adalah dengan penambahan sarana penerbangan ini maka akan mendorong program pemerintah dalam meningkatkan investasi yang terkait dengan MP3EI.

"Kita punya masterplan dan intinya adalah investasi besar-besaran di seluruh tanah air di enam koridor dan menyeluruh. Sering ada gap antara dunia bisnis dan investasi. Kita berharap dengan tambahan sarana udara ini, peluang investasi bisa didapatkan dan pertumbuhan ekonomi bisa didapatkan," kata Presiden.

Presiden juga menekankan kesepakatan ASEAN Economic Community pada 2015 memerlukan kesiapan setiap negara dalam menghadapi hal tersebut.

"Daerah dan negara memiliki daya saing yang tinggi akan mendapatkan manfaat yang riil. Karena itu tidak ada kata lain kita harus siap, semua harus mempersiapkan segalanya, sehingga ketika diberlakukan mendapatkan manfaat yang nyata," katanya.

Hal terakhir yang disampaikan Kepala Negara adalah
dengan pengembangan bandara tersebut maka akan ada benefit ekonomi lainnya antara lain penyerapan tenaga kerja dan pengaruh terhadap sektor ekonomi lainnya.

Rangkaian Safari Ramadhan Presiden sebelumnya mengunjungi dan melakukan rapat koordinasi bidang hukum di Kejaksaan Agung, bidang pendidikan di Kementerian Pendidikan Nasional dan bidang Kesehatan di Kementerian Kesehatan.

***2***

antara