MINAT MASYARAKAT JADI PETUGAS PANWASLU GARUT TINGGI
ANTARAJAWABARAT.com,7/8 - Minat masyarakat menjadi petugas Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Garut, Jawa Barat, tinggi mencapai 323 orang dari petugas yang dibutuhkan sebanyak 124 orang.
"Jumlahnya sangat banyak 323 orang mendaftarkan diri membawa kelengkapan administrasi, hingga akhir penerimaan anggota Panwas, Sabtu ($/8)," kata Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Ny Ipah usai menggelar tes tertulis calon anggota Panwaslu di Gedung Korpri Garut, Senin.
Ia menerangkan masyarakat yang daftar sebanyak 323 orang, 18 orang diantaranya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan karena belum cukup umur minimal 25 tahun.
Berdasarkan penyeleksian awal administrasi, panitia penyelenggara menetapkan 305 calon anggota Panwaslu dari 42 kecamatan berhak ikut tes tertulis.
Peserta yang lulus tes tulis akan diumumkan, Kamis (9/8), selanjutnya akan mengikuti tes wawancara, hingga panitia menetapkan sebagai anggota Panwaslu untuk ditugaskan satu kecamatan tiga orang.
"Ujian yang kami terapkan bersifat normatif dengan mengacu pada mekanisme perundang-undangan konstituen, kami juga menguji integrasi dan loyalitas peserta," kata Ipah.
Sementara itu calon anggota Panwaslu Garut akan ditugaskan untuk mengawasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jawa Barat atau Gubernur 2013 mendatang.
Para petugas Panwaslu ditingkat kecamatan, kata Ipah dituntut dapat bekerja profesional sesuai tugas dan fungsinya memantau dan mengawasi pelaksanaan Pilkada.
Ia menjelaskan sesuai Undang-undang Nomor 15 Tahun 2011, tugas Panwaslu yakni melakukan pencegahan, bukan penindak lanjutan pelanggaran.
"Tugas dan fungsi panwaslu hanyalah mengantisipasi, sehingga bentuk pelanggaran atau kecurangan bisa lebih diminimalilsasi," katanya.
Salah seorang peserta calon Panwaslu Garut, Kusuma Ningrum mengatakan keinginannya menjadi anggota panwaslu karena ingin mengabdikan diri untuk bisa mengawasi jalannya pelaksanaan Pilkada Jabar.
Alasan lain ingin menjadi anggota Panwaslu, kata Kusuma karena sulitnya mencari pekerjaan di Garut, sehingga ketika mengetahui ada lowongan kerja di panwaslu, tanpa pikir panjang langsung mendaftarkan diri.
"Mudah-mudahan saja bisa diterima, karena cari kerja di Garut sangat susah, peluangnya sempit," kata lulusan S-1 Sarjana Sosial.***2***
Feri P
Top Stories : Politik
BRAGA25
SEMANGAT NASIONALISME SANG KIAI Oleh Natisha Andarningtyas























