ANTARAJAWABARAT.com, 9/9 - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta masyarakat agar hemat pangan selama musim kemarau dengan cara menjaga persediaan lumbung padi sehingga dapat cukup sampai musim panen tiba.
"Harus membangun kebiasan masyarakat, kebiasaan hemat, menabung," kata Gubernur usai meninjau kondisi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Sabtu.
Ia mengungkapkan, masyarakat Jawa Barat kebanyakan makan nasi, sehingga salah satu upaya harus bisa menabung atau beralih ke makanan singkong.
Namun, masyarakat yang beralih makan singkong, kata Heryawan bukan berarti masyarakat melarat.
"Masyarakat makan singkong tidak melarat juga," katanya.
Mengantisipasi kekurangan pangan saat musim kemarau, kata Heryawan salah satunya masyarakat menyiapkan persediaan atau lumbung padi.
Persediaan padi yang dimiliki masyarakat, kata Heryawan sebaiknya tidak dijual seluruhnya, melainkan harus ada sisa yang harus dihemat.
"Tentu dengan prioritas seperti ini bisa irit, itu maksudnya hemat, hemat itu termasuk tidak menjual seluruhnya beras, sebagian disimpan untuk musim panen selanjutnya," katanya.
Terkait musim kemarau di Jawa Barat yang dilaporkan muncul kerawanan pangan menimpa masyarakat, kata Heryawan hanya sebagian kecil.
Daerah yang terancam rawan pangan, kata Heryawan oleh Pemerintah Provinsi sudah diberikan bantuan berupa beras sebesar puluhan ton.
"Kita sudah antisipasi, sudah kirim beras, beberapa puluh ton," katanya.






















