PRESIDEN PERINTAHKAN KAPOLRI SEGERA USUT LEDAKAN DEPOK
ANTARAJAWABARAT.com,9/9 - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menerima laporan mengenai adanya ledakan di Depok yang mengakibatkan lima orang kritis pada Sabtu (8/9) malam dari Menko Polhukam Djoko Suyanto dan meminta agar Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo untuk segera mengusut peristiwa tersebut.
"Presiden sudah dilaporkan oleh Menkopolhkam dan perintahkan Kapolri segera mengejar pelaku, yang disesalkan presiden karena jatuhnya korban," kata Juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Vladivostok, Rusia, Minggu pagi waktu setempat.
Julian mengatakan Presiden memerintah Kapolri dan jajarannya agar segera mengusut peristiwa ini sehingga diketahui latar belakang dan penyebab mengapa ledakan tersebut tejadi.
"Polisi segera diperintahkan usut yang menjadi penyebab siapa pelakunya yang berkaitan langsung dengan adanya ledakan di Depok," tegas Julian.
Dari laporan Menko Polhukam Djoko Suyanto, lima orang terluka dalam peristiwa itu dan dalam kondisi kritis. Satu orang dari yang luka-luka dan kritis itu diduga pelaku atau terkait dengan ledakan tersebut.
"Dilaporkan Menko Polhukam lima korban kirits,satu diduga pelaku," kata Julian.
Sebelumnya, empat orang terluka akibat sebuah ledakan terjadi di sebuah rumah yang terletak di Jalan Nusantara, Beji, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu malam (8/9).
"Ledakan terjadi sekitar pukul 21.30," kata Kapolsek Beji AKP Agus Widodo di lokasi kejadian.
Yayasan
Pantauan ANTARA di lokasi kejadian, tampak sebuah rumah rusak parah. Di depan rumah tersebut tertulis sebuah spanduk yang masih utuh bertuliskan Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Klinik Pondok Bidara.
Ledakan menimbulkan kerusakan pada rumah tersebut. Kaca-kaca bangunan terlihat hancur dan pecah berantakan. Atap rumah yang terbuat dari seng juga hancur. Tetapi, hanya sedikit tampak adanya tanda gosong, bekas terbakar.
Garis polisi dibentangkan sepanjang 100 meter dari lokasi kejadian dan dijaga ketat aparat kepolisian.
Petugas piket Polsek Iptu Samiyono mengatakan, terdapat empat korban, yang tiga di antaranya terluka ringan, dan satu kritis.
"Tiga saksi diamankan, warga setempat menyatakan, ada dua orang yang kabur saat ledakan," kata Samiyono.
Para korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakti Bhakti Yudha, Depok.
Menurut kesaksian warga, ledakan terdengar hingga radius 200 meter. Seorang pedagang buah yang berjarak hanya sekitar delapan meter dari lokasi kejadian, Samiudin mengatakan, ledakan terjadi satu kali.
"Saya kira tadi ada gempa, saya sama istri dari dalam kios buah ini langsung keluar, karena bunyinya kencang dan getarannya kuat sekali, saya kira ada tiang rubuh," kata Samiudin.
Menurut Samiudin, ledakan terjadi pada sekitar pukul 21.30. Dia mengatakan ada dua orang terlihat lari menjauh saat ledakan terjadi.
Lokasi ledakan sendiri menurut dia merupakan sebuah yayasan yang baru dua bulan berdiri, dan jarang didatangi tamu.
"Kalau rumahnya sudah lama ada, tapi kalau yayasannya baru sekitar dua bulan. Penghuninya juga jarang berinteraksi sama warga," kata dia.
Hingga saat ini lokasi kejadian masih dijaga ketat aparat kepolisian. Tim gegana masih berusaha menyisir lokasi.
***1***
antara






















