ANTARAJAWABARAT.com, 9/9 - Aparat kepolisian masih mendalami pelaku peledakan bom di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara di Jalan Nusantara Rt004/013 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/9) malam.
"Kepastian siapa yang terluka parah akan kami lakukan tes DNA," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab, saat meninjau lokasi ledakan bom di Depok, Minggu.
Aparat kepolisian pada pukul 12.00 WIB selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan tim Gegana Mabes Polri, Tim Disaster Victim Investigation (DVI), Pusat laboratorium dan Forensik (Puslabfor), Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis).
Selesai melakukan olah TKP aparat keamanan langsung membuka jalan bagi kendaraan umum untuk melintas di wilayah tersebut. Sebelumnya kepolisian menutup jalan tersebut hingga 100 meter dari lokasi ledakan bom.
Kapolda meminta masyarakat jangan menyimpulkan terlalu dini bahwa yang terluka parah adalah Toriq yang menjadi buronan polisi ketika melakukan penggrebekan di Tambora, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.
Untuk memastikannya pihaknya akan melakukan tes DNA antara korban yang luka parah dengan ibu kandung Toriq. "Kita tunggu hasil identifikasi DNA," ujarnya.
Menurut dia, pihaknya sepakat untuk melawan terorisme, untuk itu peran RT/RW diberdayakan agar rumah kosong dan kontrakan diawasi dan didata ulang, karena tanpa bantuan masyarakat sulit kita melakukan pengawasan karena jumlah aparat yang terbatas.
ANTARA
POLISI DALAMI PELAKU BOM DI DEPOK
Top Stories : Hukum
BRAGA25
BOEDIONO PENUHI JANJI RENOVASI RUMAH PENGASINGAN SOEKARNO























