ANTARAJAWABARAT.com, 11/11 - Hama ulat kantong menyerang tanaman pohon albasia di Kampung Leuwisari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sehingga menyebabkan kerusakan dan menghambat pertumbuhan pohon.

"Hama ulat kantong menyerang kulit, batang pohon dan mengganggu pertumbuhan pohon menjadi tidak normal," kata ketua kelompok tani mitra lestari, Ganda Saputra di Tasikmalaya, Minggu.

Ia menyebutkan ada seribuan pohon albasia yang terganggu pertumbuhannya di areal tanam seluas 20 hektare di Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu.

Serangan hama ulat sejak memasuki musim kemarau itu, kata Ganda menempel setiap batang kayu yang berusia tanam satu hingga tiga tahun.

"Akibatnya banyak pohon albasia yang belum waktunya dijual, harus ditebang, karena pohon tidak wajar pertumbuhannya," katanya.

Ia mengatakan, serangan hama ulat kantong sudah melanda areal tanam pohon albasia di kebun rakyat Kampung Leuwisari sudah terjadi sejak tahun 2009.

Para petani, lanjut Ganda, sudah melakukan berbagai upaya untuk membasmi hama ulat kantong dengan memberi obat tanaman, tetapi hasilnya masih banyak ditemukan ulat kantong setiap batang kayu.

"Serangan hama ulat kantong sebenarnya sudah ada sejak tahun 2009, kami sudah berusaha membasminya dengan menyemprot obat anti hama, tapi masih saja ada," katanya.

Menurut dia, keberadaan hama tersebut disebabkan rusaknya ekosistem alam, seperti hilangnya habitat burung pemakan ulat.

"Kemungkinan gara-gara habitat burung pemakan ulat sudah hampir habis karena dulu pohon albasia tidak pernah diserang ulat seperti ini," katanya.***2***