ANTARAJAWABARAT.com, 22/12 - Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) I Ketut Mardjana menyatakan ketepatan waktu antaran paket dan surat semakin membaik yakni 99.93 persen.

"Peningkatan operasi terus dilakukan untuk antara surat dan logistik, saat ini ketepatan waktu antaran surat semakin baik mencapai 99,93 persen," kata I Ketut Mardjana di sela-sela Jambore Ikatan Motor Pos Indonesia di Purbalingga, Sabtu.

Mardjana menyebutkan, ketepatan waktu antaran pos yang mendekati sempurna tersebut tidak lepas dari upaya optimalisasi dan peningkatan kinerja sepanjang tahun dari jajaran perusahaan itu.

Salah satunya, kata dia, dengan mengembangkan manajemen pengolahan surat dan logistik yang lebih efektif dan efisien serta penerapan sistem pengawasan antaran surat secara "online".

"Penerapan sistem pengawasan antaran surat secara online telah dilakukan sejak 2012, dan sistem ini akan disempurnakan di seluruh Kantor Pos pada 2013. Tujuannya untuk mengawasi perjalanan surat dan logistik agar terjamin dan tepat waktu," kata Mardjana.

Dengan sistem pengawasan online itu, bisa dilakukan upaya penanganan secepatnya bila terjadi kendala di lapangan, termasuk untuk memastikan limit waktu antaran bisa maksimal.

Pada 2013, kata dia, sistem akan lebih baik karena didukung infrastruktur yang memadai. Tidak ada alasan lagi ada surat terlambat sampai ke penerima, dan dipastikan tidak ada satu suratpun yang tidak tersampaikan ke tujuan.

"Bila prosedurnya surat itu sampai sehari, ya sampai sehari, bila dua hari, ya dua hari, atau bahkan lebih cepat. Pos Indonesia tepat waktu dan tidak lagi ingkar janji," katanya.

Ketepatan waktu antaran pos, menurut dia, merupakan salah satu modal untuk mempertahankan pasar dan meningkatkannya sehingga kepercayaan masyarakat kepada Kantor Pos meningkat.

"Saat ini sekitar dua juta orang mengunjungi Kantor Pos se-Indonesia setiap harinya, sedangkan secara umum layanan surat Pos mencapai 20 juta surat dan paket per bulan, tingkat kunjungan ke Kantor Pos semakin bagus," katanya.

Hal itu mendorong pendapatan perusahaan itu terus berkembang. Menurut Mardjana, pada 2013 pendapatan Pos Indonesia menembus angka Rp3,4 triliun.

"Revenue atau pendapatan pada 2012 telah mencapai Rp3,4 triliun, dengan upaya yang dilakukan selama ini kami optimistis bisa menembus Rp4,3 triliun pada 2013," kata Mardjana.

Lebih lanjut Dirut PT Pos Indonesia menyebutkan, potensi bisnis antara surat dan logistik pos masih cukup potensial dan tidak akan kehilangan pasar.

"Pos memiliki jaringan terkomplit di seluruh Indonesia, lebih dari 3.600 kantor terhubung secara online, terkomplit dibandingkan yang lainnya. Jadi tidak ada alasan untuk ketinggalan langkah menggaet pasar tahun depan," katanya.

Terkait perkembangan surat antaran pos pada 2012, kata Mardjana, ada pertumbuhan untuk sektor antaran surat komersial dari instansi, perusahaan dan juga sektor swasta sekitar 56 persen.

"Ada peningkatan surat khusus dan paket pos sekitar 56 persen, itu luar biasa dan tertinggi. Sedangkan untuk surat pribadi perlu menggiatkan lagi sosialisasi," katanya.

Meski surat konvensional menurun, namun Pos Indonesia tetap optimistis untuk menjadikan layanan bisnis tradisional perusahaan itu tetap bisa memberikan kontribusi bagi perseroan.

"Memang ada sarana komunikasi yang lain, namun surat tetap tidak tergantikan secara fisik, sehingga sampai kapanpun antaran surat masih potensial. Upaya kami mendekatkan Kantor Pos ke masyarakat salah satunya melalui Pos Shop, Pos Mall dan Pos Kampus," kata I Ketut Mardjana