Antarajawabarat.com,13/1- Orang tua penderita hydrosefalus warga Kampung Jamaras, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jabar, berharap anaknya Mujib (1) segera dioperasi.
Ujang Apit (25) dan Nenah (20) orang tua bocah itu, Minggu, berharap anak mereka yang mengalami pembesaran pada kepala itu, sejak berumur enam bulan, dapat tumbuh normal layaknya balita lainnya.

Meskipun saat ini, balita itu, telah mendapat penanganan medis di RSUD Cianjur, namun kedua orang tuanya masih bingung dengan biaya yang harus mereka keluarkan untuk operasi Mujib.

"Waktu lahir anak kami normal seperyi bayi biasanaya, namun menginjak usianya enam bulan, sempat mengalami panas tinggi disertai kejang-kejang, sejak itu kepalanya terus membesar," ucap Nenah lirih, Minggu.

Dia mengungkan, selama ini dia dan suaminya, tidak mampu membawa anaknya untuk berobat ke dokter atau rumah sakit karena kondisi ekonomi yang lemah.

Sehari-hari Ujang suaminya, hanya bekerja sebagai kuli serabutan atau kuli tani ketika musim tanam tiba. Penghasilannya selama ini, tutur dia hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari.

"Jangankan untuk ke rumah sakit, untuk sehari-hari saja kami sudah pas-pasan. Namun beruntung Mujib bisa mendapat perawatan di RSUD Cianjur ini, berkat bantuan perangkat desa. Anak kami dibawa kesini atas bantuan perangkat desa yang merasa prihatin melihat penderiataan Mujib," ujarnya.

Namun selama menjalani perawatan di RSUD Cianjur, dia hanya mengandalkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang diberikan pihak desa.

Sedangkan selama satu minggu anaknya berada di rumah sakit tersebut, ungkap dia, masih belum mendapat pengobatan yang maksimal hanya dibiarkan terbujur di ruang IGD.
"Kami hanya bisa bermimpi anak kami dapat sembuh seperti anak-anak lainnya. Harapan kami semoga pertolongan Sang Kuasa, melalui siapun dapat membantu kami," pintanya.***2***
(U.KR-FKR/C/Y003/Y003) 13-01-2013 21:06:50