Antarajawabarat.com,2/5 - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengklaim kecenderungan pendidikan di Jawa Barat dari tahun 2008 hingga saat ini meningkat, salah satunya terlihat dari angka partisipasi SD, SMP dan SMA.

"Alhamdulilah kecenderungan meningkat terus, pada 2008 saja angka partisipasi SD hanya 95 persen tapi sekarang 119 persen," kata Ahmad Heryawan, usai Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2013 di halaman Gedung Sate Bandung, Kamis.

Begitu pun dengan angka partisipasi tingkat SMP, kata Heryawan, pada tahun 2008 hanya 88 persen dan saat ini naik menjadi 96 persen.

"Hal serupa juga terjadi untuk angka partisipasi tingkat SMA yakni dari 49 persen di tahun 2008 meningkat menjadi 63 persen," katanya.

Pihaknya menilai peningkatan angka partisipasi pendidikan itu karena adanya program pemerintah yang digulingkan oleh pemerintah pusat dan daerah.

"Program tersebut antara lain pembangunan ruang kelas baru, pemberian beasiswa serta penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS)," katanya.

Pemerintah pusat ataupun daerah, kata Heryawan, berkewajiban untuk mendorong anak-anak bersekolah karena anak-anak memiliki hak untuk mengenyam pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Ia menambahkan, untuk mencegah banyaknya siswa yang "drop out" Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan mencanangkan program "counter drop out".

"Jadi program counter drop out akan dilaksanakan mulai tahun depan," ujarnya.

Menurut dia, siswa terpaksa "drop out" (keluar) dari sekolah akibat berbagai persoalan seperti masalah akses transportasi khususnya para siswa yang berada di daerah-daerah terpencil.

"Waktu itu ketika saya meninjau ke lapangan saya menemukan ada siswa yang jaraknya rumah dan sekolahnya 12 kilometer dan perkampunyannya hanya dihuni sekitar 50 rumah," katanya.

Ia menjelaskan, untuk menjalankan program "counter drop out" Pemprov Jabar akan mendirikan posko Drop Out (DO) dan tempat ini akan menampung berbagai laporan terjadinya kasus DO pada siswa tingkat SMP.***4***

Ajat S