Antarajawabarat.com,16/9 - Sejumlah kalangan menilai seleksi yang meloloskan 10 orang calon anggota KPU Cianjur, Jabar, banyak kelemahan dan penuh intrik politik serta tekanan pihak luar, sehingga perlu ditinjau ulang.
"Saya mengamati jalannya seleksi sejak proses pemberkasan, tes tertulis dengan bahan KPU pusat, kesehatan, psikologi hingga dibuka dan keluar 20 besar," kata Rudi Jamaludin pemerhati Timsel KPU Cianjur, Minggu.

Menurut dia, penetapan l0a nama calon yang telah diserahkan ake KPU Jabar tersebut menjadi caatan buruk bagi timsel KPU Cianjur 2013, sementara hasilnya tidak menjamin kualitas.

Namun sampai 20 besar, tambah dia, tugas timsel terdengar hanya cukup mengawal dan mengawasi kegiatan seleksi dan tidak pernah komplit. Ketika seleksi 20 besar menuju 10 besar melalui tes wawancara timsel terlihat bekerja.

Selain itu yang terdengar ungkap dia, dalam proses rekruitmen penuh kejanggalan serta adanya tahapan penting yang dilewati. Sehingga putusan yang dihasilkan cacat demi hukum dan melanggar Pasal nomor 15 tahun 2011 tentang penyelenggaraan pemilu.

Dinilai banyak orang timsel bertindak tidak profesional, tidak adil, tidak mandiri dan tidak mengutamakan kepentingan umum karena telah melanggar azas dalam proses rekruitmen.

"Lantas muncul dugaan terhadap tiga nama yang terlibat parpol dan belum genap lima tahun, sehingga patut dipertanyakan integritas dan independen mereka apabila terpilih menjadi komisioner KPU Cianjur," ujarnya.

Sehingga semua kalangan mengharapkan KPU Provinsi Jabar meninjau ulang penetapan 10 besar calon anggota itu dan mengembalikan 20 orang calon dan langsung melakukan uji kelayakan dan kepatutan.

Sepuluh orang calon anggota KPU Cianjur yang ditetapkan Timsel Cianjur, tertuang dalam surat nomor 3/timsel/KPU-Cjr/IX/3013 tentang putusan sepuluh nama.

Diantaranya Baban Marhaenda, U. Awaludin, Iwan Kurniawan, Hilman Isnaeni, Anggi Shoffia, Ayi Suhendri, Uus Husni Hoer, Kusnadi, Selly Nurdinah dan Hilman Wahyudin.***1***

Fikri