Antarajawabarat.com,18/9 - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menetapkan perolehan suara 10 pasangan calon bupati/wakil bupati Garut periode 2014-2019 hasil pelaksanaan pemilihan kepala daerah Kabupaten Garut yang digelar, 8 September 2013.

Penetapan perhitungan suara Pilkada Garut tersebut digelar melalui rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil Penghitungan suara disaksikan sejumlah pejabat pemerintah daerah, masyarakat, dan perwakilan pasangan calon di Gedung Mutiara, Kabupaten Garut, Selasa.

Hasil suara tersebut menetapkan pasangan nomor urut 8. Rudy Gunawan-Helmi Budiman diusung PKS, Gerindra dan PBB meraih suara terbanyak 256.323 suara atau 23,17 persen.

Kemudian suara terbanyak kedua pasangan nomor urut 5. Agus Hamdani (Bupati Garut saat ini)-Abdusy Syakur diusung PPP dan PKB memperoleh 251.617 suara dari jumlah suara sah sebanyak 1.106.327 suara dengan jumlah daftar pemilih tetap 1.790.130 suara.

Namun pasangan yang meraih perhitungan suara terbanyak tersebut tidak dapat dinyatakan sebagai pemenang atau bupati dan wakil bupati Garut terpilih karena angka perolehan suara tidak lebih dari 30 persen dari jumlah suara sah.

"Karena sesuai aturan pasangan calon tidak mencapai 30 persen dari surat suara sah, maka Pilkada Garut dilakukan dua putaran yang diikuti dua pasangan calon nomor 5 dan 8," katanya.

Sementara itu urutan ketiga raihan suara terbanyak yakni pasangan nomor 4. Memo Hermawan-Ade Ginanjar diusung PDIP dan Golkar dengan perolehan 194.752 suara.

Peringkat keempat pasangan nomor urut 7 yakni Saeful Anwar-Serli Besi diusung Partai Hanura dan PAN dengan perolehan 92.237 suara. Peringkat kelima pasangan nomor urut 1 Dedi Suryadi-Deddy Dores dari jalur perseorangan memperoleh 59.577 suara.

Peringkat keenam pasangan nomor urut 10. Dede Kusdinar-Endang Suryana dari jalur perseorangan meraih 58.091 suara. Peringkat ketujuh pasangan nomor urut 2 Yamin Supriatna-Dadan Ramdani dari jalur perseorangan mememperoleh 55.700 suara.

Selanjutnya peringkat kedelapan pasangan nomor urut 9 Ahmad Bajuri-An An Kusmardian diusung Partai Demokrat meraih 52.031 suara. Peringkat kesembilan pasangan nomor urut 6 Nadiman-Holil dari jalur peseorangan meraih 43.779 suara dan peringkat 10 pasangan nomor urut 3 Sirojulmunir-Iwan Suwarsa dari jalur perseorangan meraih 42.220 suara.

"Hasil perhitungan suara tersebut sudah mutlak tidak bisa diganggu gugat, jika ada pihak yang akan menggugat persilahkan ke Mahkamah Konstitusi tiga hari dari sekarang," kata Aja.

Sementara itu rapat pleno tersebut diwarnai unjuk rasa dari sejumlah elemen masyarakat yang menuntut agar perhitungan suara Pilkada Garut diulang kembali dan lebih transparan diketahui masyarakat luas.

Selain itu massa menilai pelaksanaan Pilkada Garut diwarnai perbuatan pelanggaran seperti politik uang yang dilakukan salah satu pasangan calon.***1***



Feri P