BANDARA KERTAJATI DIDORONG JADI GERBANG LOGISTIK INDONESIA



ANTARAJAWABARAT.com,25/10 - Bandara Internasional Jawa Barat atau Bandara Kertajati Majalengka akan menjadi pintu gerbang masuk logistik di Indonesia, kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Jabar H Deny Djuanda di Bandung, Rabu.

"Bandara Internasional Jabar ke depan sangat strategis dan diakses jalur tol strategis di Pulau Jawa, sehingga akan menjadi gerbang masuk logistik Indonesia," kata Deny Djuanda di sela-sela sosialisasi Perda Jabar No.13 Tahun 2010 tentang pembangunan dan pengembangan Bandara Internasional Jabar di Bandung.

Menurut Deny, Bandara Kertajati akan memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya di kawasan Pulau Jawa. Dengan kapasitas yang cukup besar, dan didukung oleh kawasan industri dan bisnis atau Aerocity memungkinkan kawasan itu memegang peranan penting ke depan.

"Bandara Kertajati butuh label untuk memperkuat keberadaannya, tidak sekedar untuk angkutan penumpang namun sebagai gerbang lalu lintas logistik di tanah air," kata Deny Djuanda.

Di sisi lain, kehadiran bandara bertaraf internasional itu akan menjadi ikon Jawa Barat. Selepas Bandara Soekarno Hatta yang masuk ke wilayah Banten, jabar praktis tidak memiliki bandara internasional yang memadai.

Sementara Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung kondisinya sudah padat dan terkendala dalam melakukan pengembangangan bandara itu.

"Bandara Kertajati sudah masuk rencana pembangunan jangka panjang, dan Jabar akan mendorong untuk percepatan proses pembangunan bandara itu," kata Deny.

Progres pembangunan bandara yang terletak di kawasan Kabupaten Majalengka tersebut saat ini masih dalam tahap pemebasan lahan. Sementara ini sudah 717 hektare lahan yang sudah dibebaskan, sedangkan target di akhir 2013 ini bisa menuntaskan pembebasan lahan hingga 940 hektare.

"Pembebasan lahan masih terus dilakukan, kendalanya memang di kepemilikan lahan. Harganya cukup tinggi, namun kita terus berupaya melakukan pembebasan, sharing dengan Pemkab Majalengka," kata Deny Djuanda.

Sementara itu kebutuhan untuk landasan pacu dan terminal dibutuhkan lahan seluas 1.400 hektare. Namun bila sudah bisa dilakukan pembangunan landasan pacu akan segera dilakukannya.

"Saat ini sudah ada penawaran dari investor terkait pembangunan bandara itu, terlebih akses ke Tol Cikampek Palimanan dipastikan terhubung, selanjutnya akan disambung dengan ruas Cileunyi-Cisumdawu," kata Deny Djuanda.

Sementara itu Sekretaris Komisi D DPRD Jabar, Ny Ineu Purnawati menyatakan dewan terus mendorong program pembangunan bandara internasional itu. Selain berkoordinasi untuk anggaran pendanaan juga mendorong legal aspek dari proyek itu.

"Dari sisi legal jelas Bandara Internasional Kertajati sudah masuk rencana pembangunan jangka panjang, perlu ada gerakan bersama untuk merealisasikannya, termasuk sama-sama mengatasi hambatannya," kata Ineu.

Ia menyebutkan, pada 2013 diharapkan pembebasan lahan mencapai 940 hektare yang memungkinkan dibangun landasan pacu. Di sisi lain kawasan itu juga sudah mendapat anggaran Rp10 miliar untuk pembangunan drainase di kawasan itu.

"Kami sudah alokasikan Rp10 miliar pada 2013, untuk drainase di sana, diharapkan pembebasan lahannya bisa dituntaskan 2013 sehingga tahapan berikutnya segera bisa dilakukan," katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Asda II Jabar bidang Ekonomi Wawan Ridwan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Agus Gustiar yang menyebutkan bandara tersebut cukup strategis karena akan dibangun dalam konsep aerocity.

"Fasilitas di sana lengkap, selain bandara juga akan dibangun pusat bisnis dan juga kawasan industri, yang juga menjadi tempat relokasi industri dari sejumlah kantong industri di Jabar," kata Kepala BKPMD Jabar Agus Gustiar.***3***
(S033)


Syarif A




COPYRIGHT © 2010 ANTARAJAWABARAT

PubDate: 16/Apr/2014 17:38


BERANDA